Permintaan Elpiji 3 Kg Masih Stabil Pasca Kenaikan Elpiji 12 Kg

Ahad, 14 September 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Permintaan gas elpiji bersubsidi 3 Kg di tingkat pengecer pasca kenaikan harga gas elpiji 12 Kg masih relatif stabil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bengkalis berharap kenaikan tersebut tidak membuat warga berkatagori mampu beralih ke gas elpiji bersubsidi.

"Kenaikannya masih baru ya, jadi belum ada tanda-tanda permintaan gas elpiji 3 Kg meningkat. Kita dari Pertamina pun tidak mendapatkan tambahan alokasi, masih seperti sebelum-sebelumnya," ujar salah seorang agen gas elpiji, Hendri Sukamto Halim kepada wartawan, Jumat (12/9).

Total gas elpiji 3 Kg yang dipasok setiap harinya sekitar 1.120 tabung dengan daerah pendistribusian di 4 kecamatan yaitu Bengkalis, Bantan, Bukit Batu dan Siak Kecil. Sementara total pangkalan di empat kecamatan tersebut lebih dari 40-an dan tidak dibenarkan ada penambahan.

"Jadi dari jumlah tersebut kita distribusikan ke lebih 40 pangkalan yang tersebar di empat kecamatan ini. Baru kemudian ke tingkat pengecer dan sampai saat ini belum ada yang menyampaikan ke kita telah terjadi kelangkaan gas elpiji 3 Kg," ujar Hendri.

Senada, sejumlah pemilik kedai yang menjual gas elpiji 3 Kg mengaku kalau permintaan untuk gas bersubsidi tersebut masih relatif stabil. "Masih seperti biasa, stok mencukupi dan tak pernah putus," kata A Seng, pemilik kedai di Jalan Antara.

Walau gas bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi warga tidak mampu, namun para penjual tidak bisa melarang siapapun warga yang ingin membeli gas elpiji. Seperti halnya A Seng, pemilik kedai lainnya Hartono beralasan, pihaknya tidak tahu apakah warga yang ingin membeli gas elpiji 3 Kg tersebut warga yang mampu atau tidak.

"Kalau mengharuskan pakai surat keterangan miskin dari desa, misalnya mungkin bisa kita kontrol. Ini kan tidak, tak perlu syarat apa-apa," ujar Tono.

Kepala Disperindag Bengkalis melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, H Raja Arlingga mengatakan, memang siapapun bisa membeli gas elpiji 3 Kg. Apalagi dengan kenaikan gas elpiji 12 Kg, maka potensi naiknya permintaan gas elpiji bersubsidi sangat besar.

"Memang sampai saat ini dari hasil pantauan kita, permintaan relatif stabil. Harapan kita, warga yang mampu jangan sampailah membeli yang 3 Kg, karena gas bersubsidi tersebut hanya bagi warga tidak mampu," kata Arlingga.

Dikatakan, selain imbauan dari Disperindag, di kedai-kedai juga ditempelkan stiker bahwa gas elpiji 3 Kg hanya bagi warga tak mampu. "Sekarang bergantung kepada hati nurani kita masing-masing, kalau merasa mampu ya jangan beli. Kasihan sama saudara-saudara kita dari kalangan tidak mampu," ujarnya. (Bku)