
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Permintaan gas elpiji bersubsidi 3
Kg di tingkat pengecer pasca kenaikan harga gas elpiji 12 Kg masih relatif
stabil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bengkalis berharap
kenaikan tersebut tidak membuat warga berkatagori mampu beralih ke gas elpiji
bersubsidi.
"Kenaikannya masih baru ya, jadi belum ada tanda-tanda permintaan gas elpiji 3
Kg meningkat. Kita dari Pertamina pun tidak mendapatkan tambahan alokasi, masih
seperti sebelum-sebelumnya," ujar salah seorang agen gas elpiji, Hendri Sukamto
Halim kepada wartawan, Jumat (12/9).
Total gas elpiji 3 Kg yang dipasok setiap harinya sekitar 1.120 tabung dengan
daerah pendistribusian di 4 kecamatan yaitu Bengkalis, Bantan, Bukit Batu dan
Siak Kecil. Sementara total pangkalan di empat kecamatan tersebut lebih dari
40-an dan tidak dibenarkan ada penambahan.
"Jadi dari jumlah tersebut kita distribusikan ke lebih 40 pangkalan yang
tersebar di empat kecamatan ini. Baru kemudian ke tingkat pengecer dan sampai
saat ini belum ada yang menyampaikan ke kita telah terjadi kelangkaan gas
elpiji 3 Kg," ujar Hendri.
Senada, sejumlah pemilik kedai yang menjual gas elpiji 3 Kg mengaku kalau
permintaan untuk gas bersubsidi tersebut masih relatif stabil. "Masih seperti
biasa, stok mencukupi dan tak pernah putus," kata A Seng, pemilik kedai di
Jalan Antara.
Walau gas bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi warga tidak mampu, namun para
penjual tidak bisa melarang siapapun warga yang ingin membeli gas elpiji.
Seperti halnya A Seng, pemilik kedai lainnya Hartono beralasan,
pihaknya tidak tahu apakah warga yang ingin membeli gas elpiji 3 Kg tersebut
warga yang mampu atau tidak.
"Kalau mengharuskan pakai surat keterangan miskin dari desa, misalnya mungkin
bisa kita kontrol. Ini kan tidak, tak perlu syarat apa-apa," ujar Tono.
Kepala Disperindag Bengkalis melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, H Raja
Arlingga mengatakan, memang siapapun bisa membeli gas elpiji 3 Kg. Apalagi
dengan kenaikan gas elpiji 12 Kg, maka potensi naiknya permintaan gas elpiji
bersubsidi sangat besar.
"Memang sampai saat ini dari hasil pantauan kita, permintaan relatif stabil.
Harapan kita, warga yang mampu jangan sampailah membeli yang 3 Kg, karena gas
bersubsidi tersebut hanya bagi warga tidak mampu," kata Arlingga.
Dikatakan, selain imbauan dari Disperindag, di kedai-kedai juga ditempelkan
stiker bahwa gas elpiji 3 Kg hanya bagi warga tak mampu. "Sekarang bergantung
kepada hati nurani kita masing-masing, kalau merasa mampu ya jangan beli.
Kasihan sama saudara-saudara kita dari kalangan tidak mampu," ujarnya. (Bku)