
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dua unit mesin sewa PLN milik Kerta Bumi Teknindo
(KBT) mulai beroperasi. Dengan beroperasinya kedua mesin tersebut, maka saat
ini total mesin PLTD milik rekanan yang rusak berjumlah empat unit dan sekarang
sedang mengejar waktu untuk proses perbaikan.
''Memang rekanan kita sekarang mengejar waktu, karena sesuai pertemuan dengan
pihak Distamben 4 September lalu, sudah ada kesepakatan kalau 15 hari setelah
pertemuan, mesin-mesin yang rusak ini bisa diperbaiki,'' ujar Kepala PLN Rayon
Bengkalis, Andhy Prasetiawan kepada wartawan, Minggu (14/9).
Dikatakan, proses perbaikan terus berlangsung dan dua unit mesin milik PT KBT
sudah beroperasi dalam pekan ini. Sehingga, pemadaman bergilir turun dari 1 : 3
ke 1 : 4 dan sesekali 1 : 5 tergantung kepada beban puncak. Secara perhitungan
daya, dari defisit sekitar 3.700 KW turun menjadi sekitar 2000 KW dan insyallah
dalam sepekan kedepan sudah ada lagi mesin yang berhasil diperbaiki.
"Memang tidak ada jaminan dengan beroperasinya seluruh enam unit mesin yang
rusak ini nantinya tidak ada pemadaman karena berdasarkan hitung-hitungan,
tingkat kebutuhan listrik di Bengkalis terus meningkat. Namun, setidaknya kalau
semua beroperasi maka kemungkinan untuk padam bisa diperkecil," kata Andhy lagi
seraya menambahkan kalau dirinya langsung memantau progress perbaikan
mesin-mesin yang rusak.
Akibat kerusakan enam unit mesin milik rekanan PLN, Distamben Bengkalis
melakukan pemanggilan terhadap pihak rekanan dan PLN. Dalam pertemuana
terungkap mesin yang rusak adalah mesin pembangkit milik PT Kerta Bumi Teknindo
(KBT) sebanyak 3 unit, kemudian milik PT Bangun Andalan Perkasa sebanyak 2 unit dan mesin milik PT Mega Power Makmur 1 unit.
Pertemuan yang dilangsungkan di ruang rapat Kadistamben itu sendiri untuk
mencari solusi bagaimana supaya krisis listrik tak berkepanjangan dan
masyarakat kembali dapat menikmati aliran listrik secara normal. Terungkap juga
dalam pertemuan bahwa pihak rekanan PLN tidak memiliki mesin cadangan sesuai
dengan nila kontrak, sehingga ketika terjadi kerusakan atau pemeliharaan mesin,
tidak ada mesin pengganti.
Dalam pertemuan, pihak pihak rekanan sepakat untuk melakukan perbaikan secara
bertahap dalam kurun waktu 15 hari sejak pertemuan. Saat ini mereka masih
menunggu spare part untuk memperbaiki mesin tersebut. Pihak Distamben dalam
rapat tersebut menurut Kepala PLN Rayong Bengkalis, Andhy Prasetiawan juga
meminta kepada para pemilik mesin sewa untuk menjamin tidak akan ada lagi
kerusakan mesin kedepannya sehingga pemadaman bergilir tak terjadi lagi. (Bku)