
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sampai saat ini belum ada
kejelasan kapan buku kurikulum 2013 dari Pemerintah Pusat diterima oleh
sekolah-sekolah yang ada di daerah. Menjelang buku tersebut diterima, Dinas
Pendidikan Kabupaten Bengkalis menghimbau kepada pihak sekolah agar berpedoman
kepada CD panduan kurikulum 2013.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis melalui
Sekretaris Disdik, HM Nor Alamsyah kepada wartawan, Senin (15/9). Pernyataan
itu disampaikan sehubungan dengan masih adanya guru maupun siswa tentang buku
yang bisa dijadikan rujukan untuk proses belajar mengajar.
''CD-nya sudah kita bagikan jadi tinggal dikopi saja sementara menunggu buku
dari Pemerintah. Intinya jangan guru tidak menerapkan proses belajar dengan
mengacu kepada kurikulum 2013,'' ujar pria yang akrab disapa Alam tersebut.
Sebenarnya buku-buku yang berisikan materi pembelajaran dengan mengacu
kurikulum 2013 sudah beredar di internet. Baik guru maupun siswa bisa
mendownload secara gratis kemudian diprint. Hanya saja, kadang-kadang tidak
semua guru yang faham dengan IT, sehingga disarankan untuk mengkopi materi yang
ada di CD panduan.
Terkait dengan adanya sekolah yang membeli buku di luar CD panduan, Alam
mengatakan, kalau sebagai buku tambahan sah-sah saja. Namun, untuk keseragaman
mengingat kurikulum 2013 ini masih baru, maka akan lebih baik mengacu kepada CD
panduan sebagai buku pokok.
"Kurikulum 2013 ini masih baru, jangankan murid, guru pun masih ada yang belum
faham ruh dari kurikulum 2013 ini. Akan lebih baik menggunakan buku yang
materinya sebagaimana disediakan oleh Pemerintah melalui website Kemdikbud,"
kata Alam lagi.
Menyinggung tentang keterlambatan buku dari Pemerintah, Alam mengatakan Dinas
Pendidikan (Disdik) Bengkalis tidak bisa berbuat apa-apa karena urusan tersebut
langsung antara pihak sekolah dengan percetakan. Kalau memungkinkan, dirinya
menyarakan agar untuk di Riau, proses cetaknya dilakukan di Riau karena di Riau
sendiri sudah ada percetakan yang memenuhi persyaratan. (Bku)