Bengkalis Nomor Tiga se-Indonesia, Diskes Gelar Pelatihan Pemutakhiran Data PPSDM Kesehatan

Jumat, 19 September 2014

Pelatihan pemutakhiran data kesehatan.

Pelatihan pemutakhiran data kesehatan.

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menempati urutan ketiga se-Indonesia sebagai kabupaten yang melakukan pelatihan pemutakhiran data pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia (PPSDM) kesehatan. Kegiatan ini berlangsung dari 17-19 September dan diikuti oleh peserta dari RSUD dan UPT Dinas Kesehatan di delapan kecamatan.

Hal itu terungkap pada saat acara pembukaan Pelatihan Pemutakhiran Data PPSDM Kesehatan yang berlangsung di Wisma Surya, Rabu (17/9). Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Moh Sukri dengan pemateri dari Badan Pengembangan dan Pemberdyaan SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan Jakarta.

Dalam pengarahannya, Moh Sukri mengatakan, pemutakhiran data pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia (PPSDM) kesehatan dirasakan sangat penting bukan saja secara institusi melainkan juga dirinya sebagai kepala Dinas Kesehatan. Secara institusi, database yang selalu update sangat diperlukan dalam perencanaan kegiatan kedepan.

"Dengan adanya database yang terbaru, maka kita memperoleh kondisi terkini, apa persoalan yang sedang dihadapi dan bagaimana solusinya. Tanpa adanya database yang akurat, mustahil kita bisa membuat program perencanaan yang tepat," kata Sukri.

Sementara secara pibadi dengan jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan, dengan adanya database yang update, maka ketika dirinya dihadapkan pada kondisi untuk berbicara tentang kesehatan, baik itu tentang persoalan yang muncul maupun perkembangan program kegiatan, bisa disampaikan secara benar.

Selama ini, sambung Sukri, data diperoleh secara manual dengan sistem berjenjang dari bawah. Dengan situasi dan kondisi saat ini, sering kali data yang diterima tidak relevan. Dengan adanya kegiatan pelatihan pemutakhiran data PPSDM kesehatan ini, Sukri berharap database kesehatan benar-benar akurat. Namun, Sukri mengingatkan, tujuan itu akan tercapai kalau petugas yang akan mengelola database faham dengan kegiatan yang dilakukan.

"Kalau sudah faham maka akan tertarik sehingga program pemutakhiran data kesehatan ini benar-benar berjalan sebagaimana mestinya," kata Sukri.

Sementara itu, pemateri dari Badan Pengembangan dan Pemberdyaan SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan Jakarta, Timor Utama mengatakan, Bengkalis merupakan kabupaten ketiga yang melakukan pemutakhiran data pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia (PPSDM) kesehatan setelah kabupaten Serang dan Bandung.

"Bahkan kalau yang terjauh, berarti Bengkalis kabupaten pertama dan ini cukup diapresiasi sekali sama pimpinan. Beliau berharap agar pelatihan ini benar-benar bisa ditahami oleh para peserta. Beliau sudah nitip pesan ke saya, kalau belum faham belum boleh pulang," ujar Timor seraya berharap kegiatan ini mejadi motivasi bagi kabupaten/kota lain untuk melakukan hal yang sama.

Ketua Panitia Penyelenggara, Syamsul Bahri mengatakan, total seluruh peserta berjumlah 26 orang dengan rincian dari UPTD Kesehatan 8 kecamatan berjumlah 16 orang, Puskesmas Balai Makam 2 orang, Puskesmas Sebangar 2 orang, Puskesmas Muara Basung 2 orang, RSUD Bengkalis 2 orang dan RSUD Mandau 2 orang. (Bku)