
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Mahasiswa
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syari'ah kembali melakukan aksi unjuk rasa
menuntut Ketua STIE Bengkalis Nurul Amin turun dari jabatannya. Aksi unjuk rasa
yang dipimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), berlanjut ke Kantor Bupati
Bengkalis, Kamis (18/9).
Ada sekitar 100-an lebih mahasiswa mendatangi Kantor Bupati Bengkalis untuk
menyalurkan aspirasi. "Aksi ini murni tanpa paksaan. Kami turun ke Kantor
Bupati Bengkalis untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan selama Nurul Amin
memimpin STIE. Intinya kami minta Pak Bupati turut turun tangan dalam hal ini,
kami mau Ketua STIE turun," ujar Ketua BEM, Sumanto.
Setelah hampir 1 jam berorasi, Pemkab Bengkalis menerima 10 orang perwakilan
mahasiswa yang terdiri dari Ketua BEM, SEMA dan DEMA untuk berdiskusi di lantai
II Kantor Bupati Bengkalis. Mereka disambut Kepala Kesbangpol Bengkalis, Zulfan
Herry dan Sekretaris Disdik Nur Alamsyah serta perwakilan dari Polres
Bengkalis.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa meminta agar Pemerintah Kabupaten Bengkalis bisa
menjadi jembatan dalam memediasikan aspirasi yang menjadi tuntutan mereka.
Setidaknya, dalam pertemuan tersebut ada 2 tuntutan yang disampaikan
kepemerintah Kabupaten Bengkalis oleh mahasiswa STIE, yakni, ingin kepemimpinan
yang baru dikampus STIE dan meminta Pemerintah Bengkalis memediasi tuntutan
yang mahasiswa sampaikan.
"Tuntutan mahasiswa datang Kekantor Bupati hanya 2, meminta pimpinan baru di
kampus dan meminta Pemkab menjadi mediasi dalam memenuhi tuntutan mereka,"
ujar Zulfan Herry ditemui usai pertemuan.
Dalam hal ini, sebut Zulfan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tentu harus
mempunyai dan mengumpul data yang cukup terkait apa yang menjadi tuntutan
mahasiswa agar ke depan bisa memberi saran kepada yayasan STIE.
"Kalau saat ini hanya masih data dari mahasiswa yang kita terima, nanti kita
juga meminta data tambahan dengan Disdik Kabupaten Bengkalis dan barulah
memberikan saran kepada yayasan seperti apa kelanjutan dari masalah internal
STIE," ungkapnya. (Bku)