
Wagubri H ARsyadjuliandi Rachman Terima Penghargaan LAKIP 2014 dari Wapres RI Boediono.
Wagubri H ARsyadjuliandi Rachman Terima Penghargaan LAKIP
2014 dari Wapres RI Boediono.
JAKARTA, Beritaklik.Com - (Rabu 24 September 2014). Wagubri erima Penghargaan LAKIP 2014 bertempat di
Istana Wakil Presiden RI Jl, Medan Merdeka Selatan Jakarta. Kembali Riau
menunjukkan Prestasi dibidang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014,
Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menerima Penghargaan LAKIP 2014
bersama Para Gubernur Seluruh Indonesia langsung dari Wakil Presiden RI
Boediono yang didampinggi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi, Meskipun belum mendapatkan nilai "A" tapi
keberhasilan ini patut di acungkan jempol karena ini menunjukkan Prestasi dari
Seluruh SKPD yang ada di Provinsi Riau yang telah bekerja berdasarkan aturan
dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
Selain penghargaan atas akuntabilitas kinerja, ada beberapa jenis penghargaan
yang diberikan kepada instansi pemerintah seperti kemajuan reformasi birokrasi
yang berkaitan dengan tunjangan kinerja dan survei kepuasan pelayanan
masyarakat. Menurut Wapres, ada baiknya berbagai penghargaan dan penilaian yang
diberikan kepada kementerian / lembaga diintegrasikan atau disatukan sehingga
tidak berjalan sendiri-sendiri. "Harusnya menjadi satu. Upaya seperti ini perlu
dintegrasikan dan tingkatkan tujuannya yaitu perbaikan kinerja dari lembaga
publik," ujar Wapres.
Inti dari penilaian itu, kata Wapres, adalah kualitas kerja birokrasi. Bagi
instansi yang bukan langsung melayani publik, kinerja instansi itu dapat diukur
dari kualitas kebijakan yang dikeluarkan. "Diperlukan indikator yang lebih
menyeluruh, sehingga pemerintah mendatang dapat makin memperbaiki kinerja dan
mendapatkan kemajuan dari reformasi birokrasi," ucap Wapres.
Acara ini dihadiri oleh menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, kepala
lembaga non-pemerintah, dan gubernur/wakil Gubernur dari seluruh Indonesia,
Wapres mengakui pada lima tahun terakhir ini cukup banyak hasil yang diperoleh.
Tapi pada lima tahun ini pula masih banyak yang belum diselesaikan. "Pembangunan
kita masih dan sangat tergantung pada sektor publik. Sektor publik dapat
menjadi inovator, tapi dapat juga menghambat dan menggerogoti," ujar Wapres.
Pada kesempatan itu juga Wapres mengingatkan pentingnya pemberian berupa reward
dan penalty. "Penalty ada,reward-pun ada. Harusnya
pemberian penalty tidak hanya terkait instansi tapi juga pada
individu," ujar Wapres. (Bki)