Bupati Tinjau Sejumlah Proyek di Rupat Agar Selesai Tepat Waktu

Selasa, 30 September 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh kembali meninjau sejumlah proyek di Pulau Rupat, Kamis (25/9) siang. Proyek yang dikunjungi yaitu pembangunan dua jembatan dan tempat penampungan (stock file) material multiyears di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat. Tujuannya agar siap sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan kualitasnya baik.

Dalam kunjungannya, Bupati Herliyan berpesan kepada rekanan untuk mengerjakan proyek sesuai dengan bestek serta selesai tepat waktu. Mengingat, pembangunan dua jembatan di Terkul merupakan sarana vital, selain sebagai jalur penghubung antara kecamatan Rupat dengan Rupat Utara nantinya akan digunakan kendaraan berat membawa material.

"Kita ingatkan kawan-kawan rekanan agar bekerja sesuai aturan. Jangan ada permainan atau kecurangan dalam melaksanakan pekerjaan, karena hasil dari pekerjaan itu yang akan menikmati adalah masyarakat," ujar Herliyan saat meninjau jembatan.

Untuk memastikan hasil pekerjaan Bupati Herliyan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum M. Nasir melihat langsung konstruksi yang dipergunakan, termasuk besi dan kayu cerocok yang dipakai rekanan, serta ketinggian jembatan.

Usai melihat pembangunan jembatan, dengan menggunakan kendaraan roda dua bupati beserta melihat pengerjaan tempat penampungan (stock file) material multiyears. Menurut Bupati, stock file ini sebagai solusi mempercepat proyek tahun jamak yaitu pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan kelurahan Batu Panjang dan desa Pangkalan Nyirih, karena dimulai dari titik nol yakni kelurahan Batu Panjang, tanpa harus melewati dua jembatan yang sedang dalam pengerjaan.

Penjelasan terperinci turut disampaikan Kadis PU, M. Nasir kenapa selama ini proyek dikerjakan dari desa Pangkalan Nyirih, bukan dari titik nol (Batu Panjang) dengan alasan kemudahan dalam memasok material pekerjaan.

"Kalau dari Pangkalan Nyirih, ponton yang bisa masuk mengangkut material hingga volume 5.000 ton sementara kalau melalui Batu Panjang, sulit dilakukan karena dasar perairan pantai yang landai," ungkapnya.

Oleh karena itu, sambung Nasir, dengan dibangunnya stock file, nantinya ponton bisa memasok material dari Batu Panjang dengan volume angkut yang diperkecil antara 2000 sampai 3000 ton, sehingga progres pembangunan jalan poros di pulau Rupat tersebut bisa selesai sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan.

Dalam kunjungan sehari ke Pulau Rupat itu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) H. Burhanuddin, Kabag Humas Andris Wasono dan Camat Rupat H. Yusrizal.

Sebelumnya Bupati melantik dan mengambil sumpah puluhan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) yang baru dimekarkan di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara.

Kepada Kepala Desa (Kades) dan BPD, Bupati berpesan senantiasa bersinergi dalam melaksanakan pembangunan desa.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah dipusatkan dihalaman Kantor Camat Rupat, Kelurahan Batu Panjang, Menurut Bupati, sinergitas antara Kepala Desa dan BPD serta perangkat desa lainnya yang berjalan baik akan mendorong pelaksanaan otonomi desa yang sesuai dengan UU Desa.

"Kades dan BPD harus bersinergi dalam melaksanakan pembangunan di desa. Kades harus tahu tugas pokok anggota BPD, begitupun sebaliknya," ujarnya.

Tugas pokok anggota BPD tertuang dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, yaitu membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kades, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kades.

"Kalau kita melihat beban tugas anggota BPD sesuai ketentuan perundang-undangan ini, sungguh merupakan tugas yang tidak ringan. BPD harus dapat menjadi mitra dari berbagai kelembagaan yang ada di desa, bersinergi dengan kepala desa dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan desa. Agar tercipta hubungan yang harmonis diantara keduanya", pungkas Bupati Herliyan.

Pelantikan anggota BPD dari kecamatan Rupat berasal dari empat desa pemekaran, yaitu desa Sri Tanjung, Pancur Jaya, Pangkalan Pinang dan Dungun Baru. Sedangkan anggota BPD dari kecamatan Rupat Utara berasal dari desa Puteri Sembilan, Suka Damai, dan desa Hutan Ayu. (Bku)