
Para penggalang mengikuti lomba pionering yang digelar Kwarcab Bengkalis di Bumi Perkemahan Kelapapati, Minggu (29/9).
Para
penggalang mengikuti lomba pionering yang digelar Kwarcab Bengkalis di Bumi
Perkemahan Kelapapati, Minggu (29/9).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dalam rangka Hari Pramuka ke-53,
Kwartir Cabang 0404 Gerakan Pramuka Bengkalis menggelar pionering penggalang
SMP se-Kecamatan Bengkalis. Kegiatan dipusatkan di Bumi Perkemahan Kelapati,
Minggu (28/9/2014).
Sebanyak 12 regu penggalang SMP putra dan 15 regu SMP putra mengikuti pionering
yang disaksikan langsung oleh Ketua Kwarcab 0404 Gerakan Pramuka Bengkalis,
Riza Fahlefi serta pari kakak pembina.
Riza ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan, bahwa pionering tali temali ini
merupakan teknik Kepramukaan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada
para penggalang bagaimana simpul atau ikatan. Lomba ini juga bagaimana
membangun bangunan sederhana dari stock atau tongkat dan tali.
"Yang paling penting yang ingin kita capai adalah bagaimana membangun kerjasama
tim, team work, team bulding dan disiplin. Disamping kemampuan keterampilan
anak didik kita, khususnya penggalang," ujar Riza.
Ditambahkan Reza, lomba ini juga bertujuan sebagai bahan evaluasi untuk
melihat sejauhmana pembinaan yang telah dilakukan di Gugus Depan sebagai ujung
tombak di garda terdepan pembinaan Kepramukaan.
Pada saat bersamaan Kwarcab juga menggelar kursus pembina Pramuka mahir tingkat
dasar yang diikuti kepala sekolah dasar se-Kecamatan Bengkalis. Kursus ini
dilaksanakan selama 72 jam, dimana 4 hari di ruangan dan 3 hari di perkemahan.
Tujuan utama adalah menyamakan persepsi tetang pendidikan Kepramukaan bagi para
kepala sekolah SD sehingga mereka tidak gagap dan mampu memberikan bimbingan di
gugus depan di sekolah mereka, apalagi pendidikan Kepramuka merupakan
ekstrakulikuler wajib pada kurikulum 2013.
"Mudah-mudahan pengetahuan yang mereka dapat dalam kursus ini membuka wawasan
bagi kepala sekolah dan memberikan gambaran bagaimana mengelola gugus depan,
bagaimana melaksanakan pendidikan Kepramukaan dan bagaimana melaksanakan
Kurikulum 2013 khususnya ekstrakulikuler Kepramukaan," ujar Reza.
Ditambahkan Reza, kegiatan ini berlangsung 72 jam atau selama 7 hari. Dimana
selama 4 hari di dalam ruangan dan 3 hari di perkemahan. Mengingat sibuknya
para kepala sekolah, kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 minggu (dalam seminggu
diambil dua hari, Sabtu dan Minggu).
"Kita fleksibel saja mengingat kepala sekolah juga punya kewajiban lain.
Terpenting adalah bagaimana tujuan dan maksudnya sampai," tutup Reza. (Bku)