
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Komitmen Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh dalam upaya
mengatasi persoalan listrik di Kabupaten Bengkalis tidak perlu diragukan lagi.
Berbagai usaha sudah dilakukan, termasuk mengadakan pertemuan dengan Direktur
Operasi Jawa Bali Sumatera (DirOp JBS) PT PLN (Persero) I.G.A. Ngurah Adnyana,
baru-baru ini.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Bengkalis,
H Heri Indra Putra kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/9). Didampingi
Benny Alcan (Sekretris Distamben), Heri mengatakan komitmen Bupati tersebut
tidak terlepas dari adanya rasa senasib sepenanggungan, bahwa apa yang
dikeluhkan oleh warga terkait dengan persoalan listrik, merupakan keluhan
Bupati juga.
"Masyarakat banyak yang menyampaikan keluhan ke Pemda, walau sebenarnya
persoalan listrik ini dari sisi penyediaan energi merupakan tanggung jawab PLN.
Keluhan itu sampai ke Pak Bupati, dan Pak Bupati juga merasakan hal yang sama.
Karena itulah, berbagai upaya ditempuh oleh Pak Bupati untuk mengatasi
persoalan ini, termasuk dengan menemui Direktur Operasional (Direktur Operasi
Jawa Bali Sumatera (DirOp JBS) PT PLN (Persero), beberapa waktu lalu," ujar
Heri.
Mantan Kadipenda Bengkalis ini mengatakan, Pemkab Bengkalis memiliki kewenangan
yang terbatas dalam hal kelistrikan. Sejauh yang menjadi kewenangan Pemkab,
seperti pembangunan jaringan, sudah dan terus dilakukan. Tercatat dalam kurun
waktu empat tahun terhitung dari 2009 samai dengan 2013, pertumbuhan
pembangunan jaringan distribusi listrik (jardis) oleh Pemkab Bengkalis capai
409.644 KMs. Pertumbuhan yang signifikan terjadi pada masa kepemimpinan Bupati
Bengkalis H Herliyan Saleh.
Namun, untuk urusan penambahan daya, maka menjadi kewenangan PLN, itu pun PLN
pusat bukan PLN di Bengkalis. Karena itu, persoalan pemadaman bergilir karena
kurangnya daya tidak bisa dibicarakan pada tingkat daerah, melainkan harus ke
PLN Pusat. "Itulah alasannya mengapa Pak Bupati minta diagendakan betul
bagaimana agar bisa bertemu langsung dengan petinggi di Pusat tersebut.
Alhamdulillah, pertemuan itu sudah dilakukan dan hasilnya pun sedikit banyak
mengobati keluhan kita," ujarnya.
Dari hasil pertemuan tersebut, sebagaimana pernah diekspos, untuk mengatasi
persoalan listrik di Kabupaten Bengkalis, PLN mengagendakan program jangka
pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, khusus PLN Ranting Bengkalis,
PLN akan mendatangkan satu unit mesin pembangkit sebesar 1.8 MW dari usulan
Pemkab sebesar 3 MW. Sementara untuk wilayah Bukit Batu dan Siak Kecil, PLN
sedang membangun jaringan interkoneksi yang ditargetkan pada tahun ini juga
bisa beroperasi.
Untuk program jangka panjang adalah dengan membangun jaringan kabel bawah laut
dari Bukit Batu ke Bengkalis. "Namun secara teknis kapan pelaksanaannya lebih
baik ditanyakan langsung ke PLN. Yang pasti harapan Pak Bupati dan tentu kita
semua, semakin cepat semakin baik," ujarnya.
Menurut Heri, adanya realisasi program tersebut tidak terlepas dari komitmen
Bupati Bengkalis dan tentu saja bentuk tanggung jawab dari PLN selaku pemegang
otoritas tertinggi kelistrikan di Indonesia. "Kita pun harus memaklumi bahwa
persoalan listrik ini tidak hanya di Bengkalis melainkan nasional. Lihat saja,
di Jakarta pun mati lampu," kata Heri. (Bku)