Tingkatkan Kesadaran Pemberian ASI Eksklusif, TP PKK - Diskes Sosialisasikan PP 33/2012

Ahad, 05 Oktober 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Tim Penggerak Kabupaten Bengkalis bersama Dinas Kesehatan mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif. Sosialisasi dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman bagi seluruh pihak, terutam ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif bagi bayi.

Acara sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan TP PKK se-Kecamatan Bengkalis serta Puskesmas se-Kecamatan Bengkalis berjumlah 30 orang. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kadis Kesehatan melalui Sekretaris Amri sementar narasumber dari RSUD Bengkalis dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Amri mengatakan, cara pemberian makan pada bayi yang baik dan benar adalah menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai umur 6 bulan dan meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan. ASI adalah makanan bayi ciptaan Tuhan sehingga tidak dapat digantikan dengan makanan atau minuman lain. "Oleh karena itu, setiap bayi berhak mendapatkan ASI. Pemberian ASI sangat mendasar bagi kesehatan dan perkembangan anak dan kesehatan ibu," katanya.

Saat ini, sambung Amri, masih ada ibu yang enggan memberikan ASI eksklusif. Penyebabnya bermacam-macam, antara lain kurangnya percaya diri ibu-ibu baha dia mampu memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya, serta rendahnya dukungan keluarga. Kemudian ibu bekerja serta pengetahuan yang masih terbatas tentang tata cara pemberian ASI yang baik dan benar, ditambah pula gencarnya promosi susu formula.

Sementara itu, salah seorang dokter spesialis anak Aidi Budi Dharma SPA yang juga dokter di RSUD Bengkalis mengatakan, untuk meningkatkan partisipasi ibu menyusui ASI ekslusif, perlu juga dukungan dari semua pihak. Salah satunya adalah mulai menyediakan ruangan khusus apakah itu di kantor atau fasilitas lainnya bagi ibu-ibu yang ingin menyusui anaknya.

Perlu juga diperhatikan bagi para ibu-ibu, sesuai dengan aturan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui, sambung Aidi, hendaknya tidak membiasakan diri memerikan dot atau kompeng kepada bayi. Kalau memang ibu bekerja, dan ASI dipompa, maka pemberiannya disarankan menggunakan sendok. "Ini agar bayi tetap terbiasa menyusu langsung. Kalau kita biasakan menggunakan dot, nanti dikhuatirkan bayi tak mau lagi menyusu ke ibunya," kata Aidi. (Bku)