Gas Elpiji 3 Kg Sulit Didapatkan Warga

Ahad, 05 Oktober 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sejumlah warga berdomisili di Pulau Bengkalis mulai kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kilogram (kg). Apakah kondisi ini disebabkan pengaruh dari kenaikan harga gas elpiji 12 Kg beberapa waktu lalu atau sebab lain, belum dapat dipastikan.

Kesulitan memperoleh kebutuhan dari program konversi minyak tanah sejak beberapa tahun lalu itu, seperti dirasakan Dewi (30), ibu rumah tangga di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan. Gas elpiji 3 Kg yang biasanya mudah diperoleh, sejak akhir pekan lalu Ia mengaku mulai susah menukarkan tabung yang sudah kosong.

"Bang gasnya habis, dicari di kedai besar pun katanya persediaan belum masuk. Biasanya ada terus, kok tiba-tiba payah dicari. Jadi, tak bisa goreng ikan asin sekarang, terpaksa pakai kayu bakar," ujar janda beranak dua, Selasa (30/9).

Kondisi serupa dialami Boinah (55), warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan. Sejak dua hari yang lalu, tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 Kg, karena mengaku tidak ada persediaan lagi gas elpiji di warung tempat yang biasa ditukarkan dengan tabung kosong. Biasanya memasak lebih banyak menggunakan gas, sekarang harus mencari kayu bakar ke hutan.

''Dua kedai di sini tak ada lagi gas sejak dua hari lalu, biasanya. mudah dan terus ada. Sekarang semuanya masak menggunakan kayu," ungkapnya, Rabu (1/10). Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis Muhammad Fauzi melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Raja Airlangga mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya kelangkaan gas elpiji konversi 3 Kg itu. Menurutnya, kemungkinan besar kelangkaan gas tersebut disebabkan penyeberangan atau roo dari dan ke Sungai Selari (Pakning)-Air Putih (Pulau Bengkalis) mengalami kendala.

"Akan dikroscek ke agen kenapa bisa terjadi, warga sulit membeli gas 3 Kg itu. Bisa jadi karena adanya kendala di transportasi penyeberangan,'' ujarnya. (Bku)