Shalat Ied Dialihkan ke Masjid Istiqomah Akibat Lapangan Tugu Tergenang Air

Kamis, 09 Oktober 2014

Bupati H Herliyan Saleh memberi sambutan menjelang pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Istiqomah Bengkalis, Minggu (5/10).

Bupati H Herliyan Saleh memberi sambutan menjelang pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Istiqomah Bengkalis, Minggu (5/10).

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pelaksanaan sholat Ied Pemkab Bengkalis yang semula direncanakan di Lapangan Tugu, dipindahkan ke Masjid Istiqomah. Pemindahan tersebut dilakukan karena Lapangan Tugu tergenang air. Bertindak sebagai khatib Ketua LPTQ Riau Dr H Suryan A Jamrah MA.

Pantauan di lapangan, Minggu (5/10), sejak pukul 6.30 WIB tampak warga mulai berdatangan.
Sementara terpal pembatas shaf warna biru pun sudah ada yang dibentangkan oleh panitia, walau belum semua. Beberapa petugas terlihat berupaya mengeringkan air yang menggenangi Lapangan Tugu. Pun petugas kepolisian sudah melakukan pengamanan di persimpangan.

Panitia masih melihat perkembangan apakah bisa lokasi sholat Ied tersebut dipergunakan. Sementara warga yang ingin sholat bersama Bupati tampak makin ramai. Sekitar pukul 7.00 WIB panitia pelaksana H Zakaria Bakar mengumumkan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan bersama, sholat Ied Pemkab Bengkalis dipindahkan ke Masjid Istiqomah.

"Mengingat dan mempertimbangkan kondisi lapangan tidak memungkinkan maka pelaksanaan sholat hari raya Idul Adha kami putuskan dipindahkan ke Masjid Istiqomah," ujar Zakaria.

Di Masjid Istiqomah tampak hadir Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh, Sekretaris Daerah H Burhanuddin dan jajaran pejabat eselon II lainnya. Tampak juga hadir Ketua DPRD Bengkalis sementara H Heru Wahyudi, para tokoh masyarakat dan mantan Bupati Bengkalis H. Syamsurizal.

Menjelang pelaksanaan salat Ied, Herliyan Saleh menyampaikan, hari raya Idul Adha merupakan hari yang bersejarah bagi umat manusia. Nabi Ibrahim beserta keluarganya telah meletakkan dasar-dasar keteladanan yang fundamental yang hingga kini masih bisa dilaksanakan, yakni pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan qurban. Perintah penyembelihan Nabi Ismail merupakan sebuah peristiwa yang menggambarkan ujian atas ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT.

"P
eristiwa itu mengingatkan kita untuk mengikuti contoh tauladan yang diwariskan Nabi Ibrahim AS merupakan bentuk pengorbanan yang tak ada bandingnya. Dari peristiwa itu, kita dituntut untuk selalu meneladani dan meningkatkan keimanan serta semangat ikhlas berkorban yang ditandai dengan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban," katanya.

Dikatakan, ibadah qurban mengandung dua dimensi, yaitu dimensi ritual dan sosial.

Pertama, dimensi ritual, pelaksanaan qurban semata-mata karena memenuhi perintah Allah dan rosul-Nya seperti halnya yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS, sekalipun harus menyembelih putra kesayangannya Ismail A
laihissalam.

Kedua, dimensi sosial,
pelaksanaan ibadah qurban tidak hanya dimaknai sebatas menyembelih hewan korban namun mengandung nilai-nilai sosial mengajarkan manusia untuk saling tolong menolong dan memberi. "Insyaallah, makna idul qurban yang hadir di tengah-tengah kita saat ini dapat memberi sinar dan dorongan untuk merajut persatuan dan kesatuan," katanya.

Momentum Idul Adha, kata Herliyan, hendaknya menjadi landasan yang baik untuk membina nilai-nilai kebaikan serta kebajikan bersama dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik. Karena untuk menuju sebuah kesukseskan dalam menata dan membangun daerah, dibutuhkan keterlibatan semua pihak.

"Sekecil apapun keterlibatan itu dalam derap pembangunan ini, tetap mempunyai nilai yang berharga. Oleh karena itu mari satukan tekad untuk bersama-sama mendukung program pembangunan Kabupaten Bengkalis, sehingga terwujud kemakmuran dan kesejahteraan di negeri junjungan yang kita cintai ini," ujarnya. (Bku)