
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H Indra
Gunawan mendesak Unit Layanan Pengadaan (ULP) segera menutaskan proses lelang.
Selain sisa waktu pengerjaan proyek tinggal 2 bulan setengah lagi, saat ini
juga mulai masuk musim penghujan.
Kepada sejumlah wartawan, Senin (6/10), Ketua DPD Partai Golkar Bengkalis ini
mengatakan, sampai akhir September kemarin masih ada sekitar 10 persen paket
yang belum ditenderkan. Bahkan sesuai pengakuan sekretaris ULP, untuk paket
agak besar dengan waktu pengerjaan di atas 120 hari, maka paketnya tidak akan
ditender.
"Kalau seperti ini kasunya, untuk apa kita punya anggaran besar, untuk apa juga
kita berburu dengan waktu untuk mengesahkan anggaran, kalau toh pada akhirnya
ada pakerjaan yang tidak bisa dikerjakan," kesal pria yang akrab disapa Eet
ini.
Eet juga meminta Bupati Bengkalis untuk mengevaluasi para pembantunya yang
jelas-jelas tidak mampu mendung kinerja kepala daerah. "Prencanaan sebaik
apapun kalau tidak bisa direalisasikan untuk apa," ujar Eet.
Jangankan untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu 120 hari, untuk yang 90 hari
saja kemungkinan tidak bisa direalisasikan. Bukan hanya disebabkan waktunya
yang terbatas karena sekarang sudah diawal Oktober, tapi juga sudah masuk musim
penghujan, ang dimungkinkan bisa menghambat pekerjaan di lapanan.
"Selain memang waktu yang ada, faktor alam juga harus menjadi pertimbangan.
Sekarang sudah masuk musim penghujan, untuk pekerjaan fisik di lapangan kondisi
ini harus diperhitungkan. Ya paling waktu efektif tinggal dua bulan (60 hari,
red),'' papar Eet lagi.
Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Kabupaten
Bengkalis juga meminta kepada Unit Layanan Pelelangan (ULP) secepatnya
menyelesaikan proses lelang proyek tahun anggaran 2014.
"Informasi yang kita dapat, masih ada beberapa Kelompok Kerja (Pokja) yang
belum selesai melaksanakan proses lelang. Kita berharaplah secepatnya bisa
dilelang, mengingat sekarang sudah di penghujung triwulan III," ujar Ketua
Gapeknas Kabupaten Bengkalis, Fitra Budiman beberapa waktu lalu.
Dipaparkan pria yang akrab disapa Budi ini, jika masuk triwulan IV proses
lelang belum juga selesai, ia khawatir rekanan tidak akan sanggup menyelesaikan
pekerjaan tepat waktu sehingga berdampak pada serapan APBD. Terutama sekali
untuk pekerjaan yang bersifat fisik, seperti bangunan.
Dijelaskan Budi, jika proses lelang terlambat akan berdampak pada waktu
pelaksanaan dan akan menjadi preseden buruk terhadap pencapaian pembangunan
daerah. Secara langsung masyarakat juga dirugikan dengan keterlambatan
tersebut.
Terpisah, Sekretaris ULP Kabupaten Bengkalis, Bambang Irawan mengatakan proses
lelang di ULP sudah hampir kelir. Hanya beberapa paket saja yang belum lelang
dan pihaknya menargetkan paling lambat pertengahan Oktober sudah selesai semua.
"Paket pekerjaan yang sudah kita lelang sudah mencapai 90 persen. Kita
targetkan paling lambat pertengahan Oktober nanti sudah selesai semua, karena
lewat dari itu tidak mungkin lagi dilelang mengingat waktu pelaksanaan tidak
memungkinkan lagi," ujar Kabag Program Setdakab Bengkalis ini.
Menurut Bambang lagi, untuk paket yang tidak mungkin dilelang lagi karena
keterbatasan waktu, dokumennya akan dikembalikan ke SKPD. Jika tetap harus
dilelang, tentu dokumennya harus direvisi menyesuaikan waktu yang tersisa.
"Kalau tidak, tentu tidak akan kita proses lelang. Seperti untuk pekerjaan yang
di atas 120 hari, sudah tidak memungkinkan lagi. Kalau yang di bawah 60 hari,
masih bisa dilelang," ujarnya. (Bku)