Wakil Ketua DPRD Bengkalis Minta ULP Segera Selesaikan Proses Lelang

Kamis, 09 Oktober 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H Indra Gunawan mendesak Unit Layanan Pengadaan (ULP) segera menutaskan proses lelang. Selain sisa waktu pengerjaan proyek tinggal 2 bulan setengah lagi, saat ini juga mulai masuk musim penghujan.

Kepada sejumlah wartawan, Senin (6/10), Ketua DPD Partai Golkar Bengkalis ini mengatakan, sampai akhir September kemarin masih ada sekitar 10 persen paket yang belum ditenderkan. Bahkan sesuai pengakuan sekretaris ULP, untuk paket agak besar dengan waktu pengerjaan di atas 120 hari, maka paketnya tidak akan ditender.

"Kalau seperti ini kasunya, untuk apa kita punya anggaran besar, untuk apa juga kita berburu dengan waktu untuk mengesahkan anggaran, kalau toh pada akhirnya ada pakerjaan yang tidak bisa dikerjakan," kesal pria yang akrab disapa Eet ini.

Eet juga meminta Bupati Bengkalis untuk mengevaluasi para pembantunya yang jelas-jelas tidak mampu mendung kinerja kepala daerah. "Prencanaan sebaik apapun kalau tidak bisa direalisasikan untuk apa," ujar Eet.

Jangankan untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu 120 hari, untuk yang 90 hari saja kemungkinan tidak bisa direalisasikan. Bukan hanya disebabkan waktunya yang terbatas karena sekarang sudah diawal Oktober, tapi juga sudah masuk musim penghujan, ang dimungkinkan bisa menghambat pekerjaan di lapanan.

"Selain memang waktu yang ada, faktor alam juga harus menjadi pertimbangan. Sekarang sudah masuk musim penghujan, untuk pekerjaan fisik di lapangan kondisi ini harus diperhitungkan. Ya paling waktu efektif tinggal dua bulan (60 hari, red),'' papar Eet lagi.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Kabupaten Bengkalis juga meminta kepada Unit Layanan Pelelangan (ULP) secepatnya menyelesaikan proses lelang proyek tahun anggaran 2014.

"Informasi yang kita dapat, masih ada beberapa Kelompok Kerja (Pokja) yang belum selesai melaksanakan proses lelang. Kita berharaplah secepatnya bisa dilelang, mengingat sekarang sudah di penghujung triwulan III," ujar Ketua Gapeknas Kabupaten Bengkalis, Fitra Budiman beberapa waktu lalu.

Dipaparkan pria yang akrab disapa Budi ini, jika masuk triwulan IV proses lelang belum juga selesai, ia khawatir rekanan tidak akan sanggup menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sehingga berdampak pada serapan APBD. Terutama sekali untuk pekerjaan yang bersifat fisik, seperti bangunan.

Dijelaskan Budi, jika proses lelang terlambat akan berdampak pada waktu pelaksanaan dan akan menjadi preseden buruk terhadap pencapaian pembangunan daerah. Secara langsung masyarakat juga dirugikan dengan keterlambatan tersebut.

Terpisah, Sekretaris ULP Kabupaten Bengkalis, Bambang Irawan mengatakan proses lelang di ULP sudah hampir kelir. Hanya beberapa paket saja yang belum lelang dan pihaknya menargetkan paling lambat pertengahan Oktober sudah selesai semua.

"Paket pekerjaan yang sudah kita lelang sudah mencapai 90 persen. Kita targetkan paling lambat pertengahan Oktober nanti sudah selesai semua, karena lewat dari itu tidak mungkin lagi dilelang mengingat waktu pelaksanaan tidak memungkinkan lagi," ujar Kabag Program Setdakab Bengkalis ini.

Menurut Bambang lagi, untuk paket yang tidak mungkin dilelang lagi karena keterbatasan waktu, dokumennya akan dikembalikan ke SKPD. Jika tetap harus dilelang, tentu dokumennya harus direvisi menyesuaikan waktu yang tersisa.

"Kalau tidak, tentu tidak akan kita proses lelang. Seperti untuk pekerjaan yang di atas 120 hari, sudah tidak memungkinkan lagi. Kalau yang di bawah 60 hari, masih bisa dilelang," ujarnya. (Bku)