
Sekda H Burhanuddin menyerahkan SK kepada tenaga pendamping dan operator PKH di Gedung Daerah, Kamis (9/10).
Sekda H
Burhanuddin menyerahkan SK kepada tenaga pendamping dan operator PKH di Gedung
Daerah, Kamis (9/10).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Program
Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program Pemerintah sebagai bentuk
komitmen dalam pengentasan kemiskinan. Sebagai program nasional, dalam
implementasi di lapangan hendaknya seluruh pihak bisa saling bersinergi
sehingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah, H Burhanuddin saat membuka secara resmi
Bimtek Program Keluarga Harapan (PKH), Kamis (9/10). Kegiatan yang ditaja oleh
Dinas Sosial tersebut diikuti oleh total peserta sebanyak 78 orang, terbagai
dalam dua gelombang. Gelombang I berjumlah 59 orang dan gelombang II berjumlah
19 orang.
Burhanuddin mengatakan, agar penanganan permasalahan kemiskinan melalui
PKH dapat berhasilguna dan berdayaguna maka perlu diadakan bimbingan teknis
bagi petugas secara terencana dan berkesinambungan. Para pihak yang terkait
dalam menunjang keberhasilan PKH, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan, baik pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan (service provider),
pendamping maupun petugas lainnya.
"Karena itu Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut baik kegiatan bimbingan
teknis ini. Diharapkan kepada petugas PKH untuk dapat menjalankan kinerja
dengan baik seperti lebih jeli terhadap penyaluran dana TKH yang dikucurkan
dari kementerian sosial RI serta membuat program kerja yang tidak tumpang
tindih," ujarnya lagi.
Dengan adanya bimbingan teknis, masing-masing pihak mengetahui tugas dan
tanggung jawabnya secara efektif. Pemahaman tugas dan tanggung jawab
masing-masing, merupakan cara yang terbaik untuk melakukan kerjasama, sehingga
tidak ada yang tumpang tindih dan tidak ada yang tertinggal.
Para pihak yang terkait dapat memberikan kontribusi secara maksimal sesuai
dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Akhirnya target fungsional PKH
yaitu untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia
terutama pada kelompok rumah tangga sangat miskin dapat terwujud.
"Kemudian, dalam hal validasi data RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin,red) untuk
calon peserta PKH, hendaknya dilakukan secara akurat. Dengan demikian penerima
program PKH benar-benar tepat sasaran," ujarnya lagi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibagai kedalam dua
gelombang. Gelombang pertama diikuti 59 orang dengan rincian 40 orang service
provider, 18 pendamping dan 1 orang operator PKH. Kemudian untuk gelombang
kedua diikuti oleh 19 orang dengan rincian 18 orang pendamping dan 1 orang
operator PKH. Tampak hadir selain Sekdakab, Kadis Sosial H Darmawai, Kadis
Sosial Riau, dan undangan dari Irjen Kementerian Sosial RI. (Bku)