Progres Pembangunan Pelabuhan Roro Dipertanyakan Masyarakat

Jumat, 17 Oktober 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sejumlah kalangan mulai mempertanyakan progres pengerjaan proyek pelabuhan penyeberangan roll on roll off (Roro) di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis. Pasalnya, sampai saat ini belum terlihat progres proyek senilai Rp34 miliar lebih tersebut.

Padahal, pada akhir Agustus 2014 lalu, Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo), H Jaafar Arief mengatakan, proyek yang yang rencananya dikerjakan tahun 2012 lalu dan baru terlaksana tahun 2014, sudah mulai dikerjakan.

"Ya sejauh ini kita memang belum melihat ada pekerjaan untuk pembangunan pelabuhan roro Air Putih dari rekanan pemenang tender, yang ada baru pembersihan di bagian daratnya, tapi setahu saya itu paketnya terpisah, rekanannya juga beda,'' ujar Ketua Kadin Bengkalis, Masuri, Senin (13/10).

Dikatakan, lambatnya penyelesaian pembangunan pelabuhan roro berimplikasi kepada banyak hal. Terutama soal kelancarana arus transportasi barang, karena kondisi pelabuhan/jembatan yang ada saat ini beban maksimal atau tonase kenderaan yang melintas sangat terbatas, dibatasi hanya 8 ton.

"Sekarang kita bisa lihat, belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai. Artinya, kalau setiap tahun pekerjaan baru dimulai pada akhir tahun, kapan masyarakat bisa menikmati pelabuhan roro ini. kita takutnya pelabuhan yang lama keburu roboh," ujar Masuri.

Persoalan lain yang harus menjadi catatan, pekerjaan yang dilakukan di akhir tahun dan terburu-buru, biasanya hasil atau kualitas proyek tidak sesuai harapan.

''Kondisi semacam in harus menjadi perhatian serius, pejabat terkait harus benar-benar mengecek kualitas material dan pekerjaan di lapangan, seperti tingkat kekeringan beton dan lainnya. Yang sedang kita bangun fasilitas umum yang dilewati ribuan masyarakat, keamanannya harus benar-benar terjamin. Jangan karena mengejar target cepat selesai, hal-hal teknis seperti itu kita abaikan," harap Bagong.

Terpisah, Kadishub Kominfo, H Jaafar Arief dihubungi, mengatakan, informasi trakhir yang diterima dari rekanan pemenang tender, PT Pagar Siring Group dari Samarinda, Kalimantan Timur, bahwa tiang pancang untuk pembangunan pelabuhan roro tersebut masih dalam perjalanan. Dipekirakan dalam dua atau tiga hari ini, tiang pancang tersebut tiba di Bengkalis.

"Tiang pancang ini baru selesai pabrikasi di Surabaya. Memang agak lama siapnya, harus menunggu sampai 1 bulan, mungkin ini ada kaitannya dengan kekeringan beton atau apa namanya. Tapi katanya, tiang pancang dalam perjalanan, kalau menurut perhitungan kita satu atau dua hari ini sudah sampai ke Bengkalis," ujar Ja'afar.

Ditanya soal kesanggupan rekanan menyelesaikan pekerjaan, mengingat waktu yang tersisa tidak sampai 3 bulan lagi, menurut Ja'afar, jika semuanya berjalan dengan mulus, pekerja dan tenaga teknis ditambah maka besar kemungkinan pekerjaan tahap pertama bisa selesai.

Hanya saja kata Ja'afar, faktor alam juga tidak bisa diabaikan. "Ya kalau sudah faktor alam, ya kita mau bilang apa. Tapi mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lancar sehingga pelabuhan roro ini bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat," harapnya.

Seperti diberitakan, tahun anggaran 2014 ini, Pemkab Bengkalis telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 34,09 miliar untuk pembangunan pelabuhan roro Air Putih. Sedangkan untuk pelabuhan roro Sungai Selari sebesar Rp26 miliar. (Bku)