
Ilustrasi.
Ilustrasi.
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Potensi perkebunan nenas di
Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis saat ini mencapai
180 hektar. Kendala yang dihadapi masyarakat petani di kawasan ini selama ini
adalah kesulitan dalam pemasaran.
Melihat potensi yang cukup besar dan memadai dalam pemenuhan bahan baku dalam
rangka pengembangan industri dgn basis buah-buahan, khususnya nenas, Kamar
Dagang daan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis mencoba memfasilitasi
pemasaran dengan membangun kerjasama dengan PT Tsamarot di Jakarta.
Dalam rangka mewujudkan kerjasama tersebut, Ketua Kadin Bengkalis, Masuri,
bersama Kepala Desa Tanjung Leban, Atim, Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan
Kecamatan Bukitbatu, Waluyo S Subagyo dan Ketua Koperasi Tani Jaya Tanjung
Leban, Nasruddin berkunjung ke PT Tsamarot di Jakarta sekaligus penandatangan
mou, Rabu (29/10).
''Kadin sifatnya hanya sebatas melakukan peran dan fungsi untuk membantu
pengembangan dan penjualan nenas petani Tanjung Leban. Secara teknis yang akan
melakukan perjanjian kerjasama adalah Koperasi Tani Jaya dengan PT Tsamarot,''
ujar Ketua Kadin Bengkalis, Masuri di sela-sela kunjungan ke pabrik pengolahan
nenas PT Tsamarot Jakarta.
Dipaparkan Masuri, dengan terjalinnya kerjasama antara Koperasi Tani Jaya
dengan PT Tsamarot, petani di Tanjung Leban tidak kesulitan lagi dalam
memasarkan hasil panen nenas mereka dengan harapan bisa meningkatkan ekonomi
masyarakat.
''Launching perdana pengakutan nenas dari Tanjung Leban ke Jakarta nanti, kita
harapkan dilepas Pak Bupati,'' ujar Ketua Kadin.
Ketua Kadin juga berharap ke depannya PT Tsamarot, tidak hanya menampung nenas
masyarakat, tapi bagaimana bisa berinvestasi di Kabupaten Bengkalis dalam
pengembangan industri minuman berbasis buah-buahan.(Bku)