Warga Desak Jalan Poros Bantan Dihotmix

Kamis, 06 November 2014

BANTAN, Beritaklik.Com - Masyarakat Kecamatan Bantan kembali mempersoalkan lambannya pemerintah memperbaiki jalan poros Bantan persisnya di seputar Kucing Gila (perbatasan Bengkalis-Bantan). Jalan sekitar 1 Km yang sudah ditimbun base sejak beberapa tahun lalu itu, sampai saat ini belum juga diaspal atau hotmik.

Sejumlah alat berat terlihat di jalan tersebut sejak beberapa bulan lalu, atau sejak berlangsungnya MTQ tingkat Kabupaten Bengkalis di desa Selatbaru Bantan. Alat berat tersebut kembali meratakan jalan yang mulai rusak dan berlobang dan serta menyiram jalan agar tidak berdebu.

Herannya, ketika helat MTQ selesai, tidak terlihat tanda-tanda ada kelanjutan proyek peningatan jalan poros tersebut. Padahal, di kiri jalan sudah terpampang papan plang proyek peningkatan jalan Bantan dengan nilai miliaran rupiah.

"Kami benar-benar dibuat keewa dengan kondisi seperti ini. Tengoklah, sekarang musim hujan kondisi jalan becek dan kotor. Kalau musim panas kami juga ajab, debu berterbangan masuk ke rumah kami," ujar Yogi warga Bantan.

Dirinya tidak tahu, apakah papan plang proyek dengan nilai belasan miliyar tersebut hanya untuk pemeretaan base lalu memperbaiki kerusakan hotmix beberapa puluh meter di jalan tersebut atau untuk peningkatan jalan Kucing Gila yang kini kembali rusak. "Kalau memang ada pekerjaan peningkatan jalan mengapa tidak dikerjakan, kalau tidak ada rasanya kok keterlaluan, tarik saja alat berat yang ada di jalan poros itu," imbuh Yogi.

Hal serupa disampaikan Napi. Warga pasiran ini juga kesal, karena saban hari menyaksikan ratusan warga yang terpaksa menghirup debu saat melintas di jalan tersebut. Yang menggunakan mobil masih mending walau resikonya mobil akan selalu kotor, yang parah mereka yang menggunakan sepeda motor.

"Bukan hanya warga yang akan pergi belanja ke pasar atau pegawa yang akan ngantor ke Bengkalis, tapi juga ratusan siswa yang sekolah di Bengkalis. mereka harus berkubang debu atau jalan becek setiap hari," keluh Napi.

Napi juga heran, untuk di sejumlah ruas jalan di perkotaan, penanganannya begitu cepat, walau kondisinya belum begitu rusak. Seperti jalan Wonosari Timur, jalan Rumbia dan beberapa titik lainnya.

"Tapi untuk kondisi ruas jalan yang kondisi jauh lebih parah, penanganannya begitu lambat. Sudah bertahun masyarakat tepekik pingkau, sampai hari ini belum juga diperbaiki," kesal Napi. (Bku)