Kapolres Bengkalis Sidak APMS Guna Pencegahan Penimbunan BBM

Jumat, 14 November 2014

Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis Muhammad Fauzi secara mendadak mendatangi beberapa APMS (7/11).

Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis Muhammad Fauzi secara mendadak mendatangi beberapa APMS (7/11).

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Jelang kepastian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis Muhammad Fauzi secara mendadak mendatangi beberapa APMS di wilayah Kecamatan Bengkalis untuk memantau ketersedian BBM dan mencegah terjadi penimbunan BBM, Jumat (7/11/2014).

Diantara APMS yang didatangi Kapolres adalah APMS Nurwati di Jalan lembaga, APMS Bahtera Desa Senggoro dan APMS PT BLJ Desa Air Putih. Selain mengecek secara langsung stok BBM di APMS, Kapolres juga mengecek administrasi BBM di APMS serta melakukan wawancara dengan pihak pengelola APMS.

Menurut Kapolres, sidak yang dilakukan adalah dalam bentuk pengawasan Polri di lapangan untuk merespon isu- isu yang berkembang di tengah- tengah masyarakat jelang kenaikan harga BBM.

''Hari ini saya ajak Kadisperindag Kabupaten Bengkalis untuk sidak situasi di lapangan sehingga kita tahu fakta- fakta dan kondisi yang faktual berkaitan dengan distribusi BBM di lapangan. Sehingga isu, rumor dan gosip terkait dengan kelangkaan BBM ini bisa kita cari indikator dan jawabannya,'' ungkap AKBP Andry Wibowo.

Dijelaskan Andry, berkaitan dengan kenaikan harga BBM, posisi Kepolisian dalam bentuk pengawasan, baik itu pengawasan pendistribusian maupun mengawasi pihak terkait yang memiliki otorita dan tanggung jawab untuk melakukan pembinaan terhadap distribusi BBM agar distribusi sesuai dengan kuota.

''Jangan ada dalam distribusi sampai kurang atau berlebih. Kemudian terhadap penjualan ke masyarakat jangan sampai ada penyimpangan, sehingga distribusi yang sudah dikolkulasikan diharapkan bisa tersalurkan secara optimal. Jika penyimpangan terjadi, saya minta Kadisprindag ambil tindakan tegas terhadap APMS atau kios terkait,'' tegas Kapolres.

Apabila pelanggarannya berkaitan dengan tindak pidana, Kapolres berjanji akan melakukan penindakan secara hukum.


Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis, Muhammad Fauzi di sela-sela mendampingi Kapolres mengatakan kuota bahan bakar minyak (BBM) khusus dipulau Bengkalis masih aman meski antrean masih terjadi disetiap APMS di Bengkalis.

''Stok kita masih aman saat ini. Terkait isu kelangkaan BBM bersubsidi di peredaran, kita telah membuat surat edaran yang ditujukan pada setiap APMS di Pulau Bengkalis yang isinya, pertama melarangan menjual BBM kepada pihak oknum pelansir minyak, caranya dengan mendata pembeli BBM dan membatasi pembelian masyarakat,” katanya.

Yang kedua, lanjutnya, pihak APMS harus lebih mendahulukan kendaraan masyarakat daripada mengisi drum untuk POS AMPS (pengecer-red).

''Dan yang terakhir jangan sampai menaikkan harga sebelum kenaikan harga BBM diputuskan dari Pemerintah Pusat, terlebih dari pengecer,'' ungkap Fauzi.

Bersamaan surat edarkan Disperindag kesetiap APMS itu, tambahnya, pihaknya juga akan langsung melakukan pemantauan dengan menurunkan tim di setiap APMS yang terdiri dari aparat Kepolisian dan Disprindag.

''Jika setelah surat edaran itu diterima pihak APMS, masih juga ditemukan indikasi pelanggaran, maka pihak kita akan mengusulkan ke Pertamina untuk menutup operasional APMS terkait,'' tutupnya.
(Bku)