Bupati H Herliyan Saleh berbincang dengan H Jon Erizal pada
acara syukuran terpilihnya anggota DPR RI asal Riau yang juga putra Bengkalis itu
di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Minggu (9/11/2014).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Anggota DPR RI, Jon Erizal memuji program-program
yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis demi memaslahatan
masyarakat. Meskipun demikian, sebagai wakil rakyat dia tetap memperjuangkan
program pembangunan bagi masyarakat.
"Selama ini, program-program yang telah dibuat oleh Pak Herliyan sangat bagus,
seperti program sekolah gratis 12 tahun, berobat gratis, beasiswa, program Ued
SP, raskin gratis maupun program pembangunan lainnya. Namun saya komitmen untuk
memajukan Provinsi Riau dan khususnya Kabupaten Bengkalis sebagai kampung
halaman saya," ungkap Jon saat acara silaturahmi dan doa bersama dengan
masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Minggu (9/11) di Balai Kerapatan
Wisma Sri Mahkota, Bengkalis.
Menurut Jon Erizal, komitmen Pemkab Bengkalis menjalankan program-program pro
rakyat patut diacungi jempol. Karena jauh sebelum republik ini melakukan
program Indonesia Sehat dan Pintar, ternyata Kabupaten Bengkalis satu langkah
lebih dahulu melakukan berbagai program tersebut. Bahkan saat ini masyarakat
sudah menikmati dan merasakan program tersebut.
Acara silaturahmi dan doa bersama
diawali dengan tepuk tepung tawar kepada anggota DPR RI, Jon Erizal oleh Bupati
Bengkalis, Herliyan Saleh kemudian diikuti pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis
dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Turut hadir dalam acara itu, Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, Bupati Kampar
Jefri Noer, anggota DPRD Provinsi Riau, Sunaryo, Ketua DPRD Bengkalis Heru
Wahyudi dan Ketua DPRD Meranti Fauzi Hasan serta sejumlah anggota DPRD
Kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Sedangkan masyarakat yang hadiri pada acara
silaturahmi mencapai seribu orang yang berasal dari berbagai elemen.
Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, menaruh harapan besar kepada Jon Erizal selalu
putra asli Bengkalis, untuk memperjuangkan pembangunan daerah. Seperti,
mempercepat pembangunan jalan tol Pekanbaru – Dumai, yang melintasi kabupaten
Bengkalis dan Siak. Keberadaan jalan tol ini sangat vital dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih jalan tol ini akan didukung dengan jalan
multiyears lintas Duri Timur dan Barat yang saat ini tengah dikerjakan.
Kemudian persoalan lain yang tengah dihadapi oleh masyarakat pesisir, berupa
ancaman abrasi yang terus mengancam masyarakat. Herliyan berharap melalui Jon
Erizal, anggaran pusat dalam penanggulangan abrasi dan pemecah gelombang
mengalir ke daerah. Begitu juga dengan program-program infrastruktur lainnya,
seperti pembangunan jalan, pelabuhan dermaga maupun pelabuhan roro serta
program pembangunan sektor maritim seperti yang dicanangkan pemerintah pusat.
Harapan senada juga disampaikan Bupati Indragiri Hulu, Yopi Ariyanto dan Bupati
Kampar Jefry Noer. Kedua kepala daerah ini, menitipkan sebuah asa besar kepada
Jon Erizal, agar tetap komitmen membangun Provinsi Riau.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, mengatakan sebagai
Komisi XI yang salah satunya membidangi perencanaan pembangunan nasional,
berjanji akan memprioritaskan program pembangunan di provinsi Riau. Karena
selama ini, porsi pembangunan di Provinsi Riau bila dibandingkan provinsi lain
masih jauh tertinggal. Oleh karena itu, dirinya akan sekuat tenaga untuk
memasukan program-program strategis nasional masuk ke Provinsi Riau. Apalagi
saat ini, berbagai persoalan seperti infrastruktur di Riau belum maksimal.
Sejalan dengan program Presiden Joko Widodo, salah satunya bidang marirtim, Jon
Erizal berusaha mengangkat potensi kelautan yang ada di Provinsi Riau. Potensi
yang ada ini hendaknya menjadi sebuah kekuatan utama bagi Riau, terutama
Kabupaten Bengkalis. Sektor perikanan yang sempat menjadi primadona di
mata internasional, hendaknya dibangkitkan kembali.
"Begitu juga dengan masalah abrasi, saya akan mengusulkan kepada pemerintah
pusat. Terlebih di Provinsi Riau, terdapat pulau-pulau yang berhadapan langsung
dengan jalur perairan internasional tersibuk, namun saat ini kondisinya
memprihatinkan karena ancaman abrasi," ungkap Jon Erizal. (Bku)