
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sempat deadlock saat digelar paripurna beberapa waktu
lalu, akhirnya DPRD Kabupaten Bengkalis sepakat akan kembali melanjutkan
paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan, Senin (17/11) mendatang.
Kepastian telah terjadi kesepakatan antara asing-masing fraksi tersebut
disampaikan Waki Ketua DPRD Bengkalis, Zulhelmi, Rabu (12/11). Dikatakan,
seluruh anggota DPRD sepakat dan berkomitmen ingin segera mencairkan kebekuan
yang sempat terjadi. Setelah beberapa kali melakukan pertemuan antara pimpinan
dengan ketua-ketua fraksi, maka disepakati komposisi 4 Komisi yang ada.
''Alhamdulillah, semua sudah selesai tak ada lagi persoalan dan insyaallah
Senin mendatang kembali digelar paripurna lanjutan,'' ujar Zulhelmi, Rabu
(12/11).
Politisi muda PKS ini tidak menampik, deadlock yang sempat terjadi saat digelar
paripurna beberapa waktu lalu tidak lepas dari persoalan komposisi
komisi-komisi yang ada di DPRD Bengkalis. Seperti diketahui di DPRD Bengkalis
ada 4 komisi.
''Memang persoalan yang paling mendasar adalah soal komposisi itu, tapi
semuanya sudah klir. Ada persoalan yang lebih urgen yang harus kita pikirkan,
terutama soal pembahasan RAPBD tahun 2015,'' sebutnya.
Target Desember
Sesuai kesepakatan seuluruh anggota DPRD kata Zulhelmi, pasca pengesahan alat
kelengkapan DPRD, dewan akan langsung tancap gas membahas Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2015, yang rencangannya sudah
disampaikan oleh eksekutif beberapa waktu lalu.
''Target kita Desember, anggaran sudah selesai dibahas dan disahkan. Artinya
kita masih punya rentang waktu 1 bulan setengah lagi. Akan kita manfaatkan
waktu ini dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan target yang kita tetapkan tidak
meleset,'' sebut Ketua DPC PKS Bengkalis ini.
Ditanya soal pembahsan APBD Perubahan 2014, menurut Zulhelmi hal tersebut
sangat kecil kemungkinan bisa dilakukan, karena waktu yang tersisa sangat
terbatas.
''Sekarang sudah pertengahan Nopember, kawan-kawan sepertinya akan fokus
membahas RAPBD 2015, jadi sangat kecil kemungkinan APBD Perubahan bakal
dibahas," sebut Zulhelmi. (Bku)