
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten
Bengkalis kembali mendapat sorotan dari kalangan DPRD Bengkalis. Selain proses
lelang proyek kegiatan fisik tahun ini yang lambat, juga persoalan sarana dan prasarana
pendidikan yang memprihatinkan sehingga perlu mendapat perhatian kepala dinas
pendidikan.
Sebagai contoh, masih banyaknya pembangunan gedung sekolah yang terbengkalai
tidak selesai-selai. Kemudian masih banyak sekolah yang tidak memiliki mebeler
sehingga siswa harus belajar di lantai.
Menyikapi kondisi ini, anggota DPRD Bengkalis dari Partai Persatuan Pembangunan
(PPP), Muhammad Tarmizi meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk turun ke
ke lapangan, terutama ke desa-desa yang terpencil. Jangan hanya menerima
laporan dari bawahan saja, sehingga tidak tahu kondisi sebenarnya.
"Kita banyak mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya gedung sekolah
yang terbengkalai. Kemudian ada sekolah yang tidak memiliki mebeler sehingga
siswanya harus belajar dilantai," ujar Tarmizi.
Anggota DPRD Bengkalis dua priode ini berharap, dengan turunnya kepala dinas ke
lapangan, persoalan ini bisa secepatnya dicarikan solusi, termasuk dengan
menganggarkannya dalam APBD 2015 nanti.
"Paling tidak yang bersifat urgen bisa disegerakan. Bukan sebaliknya dibiarkan
bertahun-tahun terbengkalai. Saya pikir kawan-kawan di dewan pasti mendukung
untuk kepentingan dunia pendidikan di negeri ini," ujar Tarmizi.
Dipaparkan Tarmizi, persoalan pembangunan gedung sekolah terbengkalai tidak
selesai-selesai bertahun-tahun, haris mendapat perhatian serius Kepala Dinas
Pendidikan. Jangan terkesan dibiarkan, seperti anggapan banyak masyarakat
sehingga yang menderita itu anak didik.
"Kondisi ini tidak hanya terjadi di sekolah-sekolah yang ada di daerah
terpencil saja. Di Kota Bengkalis saja, berdasarkan laporan masuk kepada kita
ada sekolah yang sudah tiga tahun anggaran tidak kunjung selesai dibangun. Apa
sebenarnya yang menjadi akar persoalannya, kalau persoalan ketersedian anggaran
saya pikir tidak mungkin karena setiap tahun APBD kita bersilpa," ujar Tarmizi
sedikit heran. (Bku)