
Bupati dan rombongan secara marathon meninjau dari dekat sejumlah proyek
pembangunan di Mandau. Proyek pertama yang dikunjunginya adalah pembangunan
jalan lingkar timur Kota Duri di dekat perbatasan Kabupaten Bengkalis dan Kota
Dumai. Setelah itu meninjau pembangunan jalan lingkar barat Kota Duri.
Setelah itu Herliyan melihat dari dekat pembangunan pasar modern di Jalan
Jendral Sudirman, Duri sebelum menuju lokasi pembangunan sirkuit balap (road
race). Habis menerima penjelasan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
kontraktor pelaksana, Bupati selanjutnya melihat dari dekat pemasangan pipa dan
pembangunan waduk air minum di Jurong.
Herliyan menjelaskan peninjauan tersebut dilakukan guna mengetahui dari dekat
perkembangan dan kemajuan pelaksanaan masing-masing proyek tersebut. Kemudian,
untuk mengetahui apakah proyek-proyek itu dalam pelaksanaannya benar-benar
dikerjakan sesuai ketentuan.
Saat meninjau pemasangan pipa air minum, Bupati minta kontraktor pelaksana
untuk sementara menghentikan aktivitas pengerjaannya. Alasan penghentian itu
karena sesuai laporan kontraktor pelaksananya sendiri, pipa untuk menyalurkan
bahan baku air minum dari Sungai Jurong yang dipasang itu, ternyata belum benar
secara administrasi.
''Hanya diminta untuk melengkapi admnistrasi terlebih dahulu. Jadi bukan karena
adanya faktor lain. Disuruh mengikuti prosedur yang sebenarnya sehingga di
kemudian hari tidak terjadi apa-apa,'' jelas Herliyan sebagaimana dikutip
Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri.
Sementara saat meninjau pembangunan waduk air minum yang lokasi tidak jauh dari
pengerjaan pemasangan pipa tersebut, bupati benar-benar kecewa karena
kontraktor pelaksana tidak berada di tempat. Selain itu, di lokasi tersebut
juga tidak terpasang papan proyek.
''Papan proyek itu merupakan informasi yang harus disampaikan dan hak publik
untuk mengetahuinya. Ke depan hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,''
ujar Herliyan seraya langsung mengintruksikan Kadis Pekerjaan Umum untuk
menegur Kontraktor Pelaksana dan PPTK-nya atas kelalaian terhadap kewajibannya
tersebut.
Terkait temuan di dua lokasi yang ditinjaunya, Bupati juga minta seluruh PPTK
kegiatan dan proyek lainnya di Pemkab Bengkalis untuk turun ke lapangan.
Meninjau dan melihat dari dekat pelaksanaan kegiatan menjadi tanggungjawabnya
tersebut.
''Ikuti terus perkembangannya. Awasi dan turun ke lapangan. Kalau memang
dipandang perlu, pantau selama 24 jam agar target waktu penyelesaiannya sesuai
jadwal. Apalagi tahun anggaran 2014 kurang dari dua bulan lagi,'' tegas
Herliyan. (Bku)