
Kunjungan peserta APFP ke Cagar Biosfir Giam Siak Kecil Bukit Batu di Camp Humus PT Sinar Mas, Kamis (13/11).
Sebelum melihat lokasi penanganan Giam Siak Kecil, peserta APFP yang terdiri
dari perwakilan dari Malaysia, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Vietnam,
Singapura dan Thailand serta dari Kementrian Lingkungan hidup dan Kehutanan,
mendengarkan pemaparan sekaligus persentase dari Manajemen PT Sinar Mas
di Camp Penelitian Humus terhadap pengelolaan Giam Siak Kecil Bukit Batu.
Seperti dipaparkan Public Relation PT Sinar Forestry, Nurul Huda, saat ini di
Cagar Biosfer ini terdapat tiga kawasan diantaranya kawasan inti, penyangga dan
transisi. Dalam pengawasan atau pengelolaannya berkolaborasi dengan Balai Besar
Konserfasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
"Untuk kawasan inti 178.255 hktar, kawasan penyangga 225.000 hekar,
kawasan transisi 304.123 hektar. Dari 178.255 hektar kawasan inti, 72.255
hektar merupakan kawasan PT Sinar Mas yang dijadikan kawasan Cagar Biosfer dan
sisanya dijadikan kawasan suaka mara satwa yang di kelola BBKSDA," papar Nurul.
Aep Purnama, dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan bahwa
kunjungan dari APFP salah satunya ingin menunjukan pengelolaan gambut yang ada
di Cagar Biosfer ini dan juga peanganan kebakaran yang ada selama ini. Selain
itu juga dalam pengelolaan Cagar Biosfer ini, pemerintah juga harus besinergi
dengan pihak swasta dalam menjaga kelestariannya.
"Jangan melihat negatifnya saja, tetapi harus melihat juga posisi
positifnya pengelolaan Cagar Biosfer ini oleh pihak Sinar Mas. Terutama
dalam perlindungan kualitas air yang ada di Cagar Biosfer ini," ujarnya.
Balu saah seorang peserta dari Malaysia yang merupakan wakil dari National
Project Afaf melihat pengelolan gambut yang ada merupakan sebagai lahan yang
ekonomis dimana Malaysia juga ada kawasan yang memilki lahan gambut. Untuk itu
harus menjaga kelestariannya terutama dari dampak kebakaran.
"Dalam pengelolaan gambut tidak boleh membakar sama juga di Malaysia.
Perbedaannya. di lokasi gambut penduduk tidak ramai seperti yang ada di lokasi
ini," katanya. (Bku)
Peserta
melihat langsung alat pengukur kadar air yang dipasang di kawasan Cagar
Biosfir, Kamis (13/11).