
Bupati H Herliyan Saleh memberikan penjelasan kepada Kadis PU HM Nasir ketika meninjau pembangunan Jalan Lintas Timur Kota Duri, Kamis (13/11).
Bupati H
Herliyan Saleh memberikan penjelasan kepada Kadis PU HM Nasir ketika meninjau
pembangunan Jalan Lintas Timur Kota Duri, Kamis (13/11).
DURI, Beritaklik.Com - Sebagai kawasan dengan perkembangan industri,
jasa dan beberapa sektor lainnya yang sangat pesat, penduduk di Kecamatan
Mandau ke depan diperkirakan tumbuh pesat. Jika saat ini warga Mandau
sekitar 300.000 jiwa, empat atau lima tahun ke depan akan mendekati angka satu
juta jiwa. Atau sekitar 250.000 kepala keluarga.
Bakal bertambahnya
penduduk di Mandau, ini tentu harus didukung berbagai fasilitas dan
ketersediaan infrastruktur. Tanpa diimbangi dukungan dimaksud, berbagai
persoalan yang terjadi saat ini menjadi semakin rumit. Apalagi Kota Duri
sebagai ibukota kecamatan di lalui Jalan Raya Lintas Sumatera yang sangat
padat.
Salah satu fokus
pembangunan yang saat ini penyelesaiannya terus digesa Pemkab, kata
Herliyan, adalah pembangunan Jalan Lintas Timur dan Lintas Barat Kota Duri oleh Pemkab Bengkalis. Pembangunan kedua ruas jalan lingkar yang dibangun
melalui kegiatan tahun jamak (multy years) tersebut, dalam 12 belas
bulan ke depan ditargetkan bakal rampung pengerjaannya. Lebih-lebih setelah
melihat pengerjaan di lapangan dibandingkan beberapa bulan lalu.
"Insya Allah.
Sesuai penjelasan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) dan kontraktor
pelaksana serta pengerjaan di lapangan, saya optimis target waktu itu
terpenuhi. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Mandau agar tidak terjadi
hal-hal yang bersifat force major yang dapat menghambat pekerjaannya, "ujar
Bupati Bengkalis H Herliyan
Saleh ketika kunjungan kerja ke Mandau, Kamis (14/11).
Didampingi Kadis PU HM
Nasir, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Emri Juli Harnis serta sejumlah pejabat
lainnya, Bupati meninjau sejumlah proyek pembangunan di Mandau, Dua
diantara proyek-proyek yang ditinjaunya tersebut adalah pembangunan Jalan
Lintas Timur dan Lintas Barat Kota Duri.
Selain untuk mempercepat
peningkatan keberhasilan pembangunan ekonomi di Mandau, pembangunan kedua ruas
jalan yang pengerjaan sudah lebih dari tiga puluh enam persen itu, juga untuk
mengurai kemacetan yang selama ini setiap hari terjadi di Kota Duri. Terutama
di ruas Jalan Hang Tuah.
Herliyan menambahkan,
bila pembangunan kedua jalan lintas Kota Duri ini selesai, seluruh kendaraan
berat yang selama ini melalui Jalan Hang Tuah tidak akan diperbolehkan lagi.
Kendaraan-kendaraan besar dari Pekanbaru menuju Medan atau sebaliknya,
dialihkan melalui Jalan Lintas Barat. Sementara yang menuju Dumai atau
sebaliknya, lewat Jalan Lintas Timur.
"Bila selesai, kendaraan
yang boleh masuk Kota Duri hanya kendaraan kecil atau pribadi. Jenis lain tidak
diperkenankan, kecuali memiliki izin khusus, sehingga masyarakat yang
berkendaraan di Kota Duri lebih nyaman. Tidak seperti sekarang, setiap hari
terkena macet, "papar Herliyan saat peninjauan protek-proyek tersebut.
Selain pembangunan kedua
jalan lingkar, antisipasi lain yang terus digesa untuk mengantisipasi
pertambahan penduduk di Mandau, menurut Herliyan, adalah penyediaan air bersih.
Diantaranya melalui pembangunan jaringan
instalasi pipa untuk sumber air baku ke Sungai Jurong yang saat ini tengah
dikerjakan.
Ditambahkan Herliyan, pembangunan jaringan itu, selain untuk mengatasi keluhan
yang selama ini disampaikan warga Duri karena terbatasnya air bersih, juga
untuk meningkatkan jangkauan pelayanan. Targetnya, minimal tiga kali dari total
pelanggan yang dilayani saat ini yang berjumlah sekitar 8.300 pelanggan.
"Ke depan dan secepatnya diharapkan dapat ditingkatkan menjadi 25.000 sampai
30.000 pelanggan dengan kualitas air bersih yang sama dengan yang dihasilkan PT
Chevron. Saya sudah meminta pihak Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma
Bengkalis dan Cabang Duri untuk mempersiapkan langkah-langkah konkrit untuk
itu,”" jelas Bupati. (Bku)