
Bupati H Herliyan Saleh memasangkan jaket ketika melepas secara resmi Guru Bengkalis Mengajar di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Senin (17/11/2014).
Bupati H Herliyan Saleh memasangkan jaket ketika
melepas secara resmi Guru Bengkalis Mengajar di halaman Kantor Bupati
Bengkalis, Senin (17/11/2014).
BENGKALIAS, Beritaklik.Com - Dalam upaya meningkatkan sumber
daya manusia (SDM) sejak dini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis membuat program
Bengkalis Mengajar. Program yang mengadopsi Indonesia Mengajar ini, menempatkan
guru muda di sejumlah sekolah dasar.
Pada Senin (17/11), sebanyak 16 guru muda Bengkalis Mengajar dikirim ke empat
kecamatan untuk mengabdi di sebelas desa. Yakni, Untuk kecamatan Bengkalis dua
desa, yakni Desa Meskom dan Teluk Latak. Kecamatan Bantan dua desa, Kembung
Luar dan Teluk Lancar. Kemudian guru muda yang ditempatkan Kecamatan Rupat,
mereka akan mengabdi di desa Pergam, Makeruh dan Darul Aman. Sedangkan di
kecamatan Rupat Utara, para guru muda ini ditempatkan di desa Tanjung Punak,
Kadur, Titi Akar dan desa Simpor.
Diungkapkan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, para guru muda Bengkalis Mengajar
ini merupakan bagian dari generasi muda potensial yang memiliki masa depan
gemilang. Sebelumnya, mereka direkrut, membekali dan menempatkan
sarjana-sarjana terbaik yang memiliki semangat mengabdi untuk mengajar di
sebuah SD.
"Melalui program Bengkalis mengajar ini, ktia berharap mendapatkan SDM yang
berkualitas. Program ini mengadopsi program Indonesia Mengajar yang dinilai
berhasil membentuk karekter generasi sejak dini," ujar Bupati Bengkalis,
Herliyan Saleh seperti disampaikan Kabag Humas Setda Bengkalis, Johansyah
Syafri, Selasa (18/11).
Diungkapkan Johansyah, sebelum ditempatkan di desa-desa, para guru muda
Bengkalis mengajar ini terlebih dahulu digembleng di Johanes Surya Institut,
Kerawang, Jawa Barat, untuk mendalami metode mengajar pelajaran IPA dan
matematika dengan cara bermain dan kreatif. Lembaga tersebut dipilih karena
selama ini sebagai tempat penggemblengan tim olimpeade fisika dan matematika,
secara kreatif, inovatif dan bermain.
Selama mengabdi di desa-desa, para guru muda Bengkalis Mengajar ini akan terus
berkoordinasi dengan para senior dari Indonesia Mengajar. Mereka bisa
berkoordinasi dan berdiskusi tentang bagaimana cara mengajar dengan metode
bermain dan kreatif. "Kita semua tahu, keberadaan Indonesia Mengajar telah
memberikan banyak pengalaman di lokasi mereka mengabdi. Jadi tidak salahntya
jika guru muda Bengkalis Mengajar menimba ilmu dengan mereka," tangas Johan. (Bku)