Balai Karantina Pertanian Bengkalis Terima Limpahkan Tangkapan Bawang Merah Dari Bea Cukai

Selasa, 25 November 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kantor Bea Cukai Pratama Bengkalis melimpahkan bawang merah ilegal dari Malaysia seberat 36,4 ton ke Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bengkalis, 13 Nopember kemarin.

Menurut keterangan Kepala Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bengkalis, Farida, membenarkan pihaknya telah menerima limpahan hasil tangkapan bawang merak dari Bea Cukai,13 Nopember.

"Untuk tindak lanjutnya, kita akan melakukan langkah-langkah sesuai peraturan kekarantinaan, seperti penahanan barang bukti komoditi selama sekitar 14 hari," ujarnya, Rabu (19/11).

Farida menjelaskan, penahanan selama 14 hari itu tujuannya menunggu sampai pemiliknya datang untuk menjemputnya dan bila sampai batas waktu 14 hari, pemilik tersebut tidak juga datang, maka pihak Karantina akan melakukan pemusnahan dengan cara dibakar.

Sebelumnya, Kepala Seksi Penindakan Beacukai Kantor Wilayah Pekanbaru, Sugeng menyampaikan, penangkapan 36,4 ton bawang merah itu oleh kapal patroli Kanwil Pekanbaru, dengan nomor BC 10010 yang dikomandai Muhammad Amaludin, Minggu (9/11) pukul 16.30 WIB di perairan Bantan Tengah, Kecamatan Bantan.

"36,4 ton BM tanpa dukumen yang diangkut dua kapal, pertama KM. Cahaya Berkah dan KM Maju Bersama yang kedua kapal tersebut berisi 2 nahkoda dan 5 ABK, ditangkap diperairan Selat Bengkalis-Melaka, berasal dari Batu Pahat (Malaysia) tujuan ke kecamatan Bukit Batu," terang Sugeng.

Sugeng menjelaskan, lantaran diduga melanggar Peraturan MenTan No 43/Permentan/OT.140/6/2012 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Sayuran Umbilapis Segar ke dlm Wil RI, maka puluhan ton BM ilegal tersebut diamankan untuk dilakukan tindakan hukum lebih lanjut.

"Kita dari pihak Bea Cukai hanya sebatas mengamankan pelanggaran menyangkut Peraturan Mentan. Yang kita tahan hanya bawangnya saja, sedangkan kedua kapal suratnya lengkap semua, maka kapal sekaligus dua nahkoda dan lima ABK nya kita lepaskan," tutur Sugeng. (Bku)