
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati H
Herliyan Saleh memberikan perhatian serius atas keluhan sejumlah rekanan yang
mengerjakan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, menyusul
kelangkaan sejumlah material bangunan, khususnya di Pulau Bengkalis.
Menanggapi kecemasan mitra kerja Pemkab Bengkalis itu, Herliyan mengatakan,
sudah memintah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengecek
kebenaran informasi itu di lapangan.
''Saat ini staf Disperindag sudah turun ke lapangan. Mencari secara pasti dan
detail apa penyebab sejumlah material bangunan, khususnya semen sebagaimana
dikeluhkan sejumlah rekanan itu sejak beberapa hari lalu di pulau Bengkalis
sulit didapat. Namun belum ada laporan resmi,'' jelas Herliyan sebagaimana
disampaikan Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri, Sabtu
(29/11).
Ditambahkan Johan, kepada Disperindag, Bupati juga minta untuk berkoordinasi
dengan berbagai pihak terkait. Seperti dengan aparat penegak hukum dan Badan
Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) guna menindaklanjuti
hasil temuan di lapangan.
Terutama jika hasil temuan di lapangan menyimpulkan bahwa kelangkaan bukan
karena faktor supply demand. Bukan disebabkan tingginya permintaan dan
terbatasnya persediaan. Tetapi karena faktor lain yang disengaja.
''Cek sampai ke gudang penyimpangan. Kalau ada unsur kesengajaan seperti ingin
memanfaatkan permintaan yang tinggi itu untuk mencari keuntungan yang lebih
besar, rekomendasikan ke BPMP2T agar izin usahannya dibekukan atau cabut. Dan
jangan lupa laporkan kepada aparat penegak hukum,'' tegas Herliyan seperti
dikutip Johan.
Memang, sebagaimana dipublikasikan sejumlah media, beberapa rekanan yang mengerjakan
proyek Pemkab Bengkalis di Pulau Bengkalis mengeluh. Pasalnya, sejak beberapa
hari lalu mereka kesulitan memperoleh material bangunan, terumata semen.
Akibatnya, keluh beberapa rekanan tersebut, pekerjaan proyek yang seharusnya
sudah bisa dilakukan, terpaksa ditunda karena semen tidak tersedia. (Bku)