
Demikian disampaikan tokoh muda Kecamatan Bantan, Rozali SH,
Rabu (3/12). Kata Rozali, selama ini skala prioritas yang dituangkan dalam APBD
tidak sejalan dengan skala prioritas yang dimaksudkan masyarakat. Buktinya,
sebagian masyarakat masih berjibaku dengan jalan yang hancur dan berlumpur.
"Setiap tahun pembangunan infrastruktur menjadi prioritas
utama dalam pembahasan ABPD, tapi masih banyak persoalan infrastruktur yang
masih kita temukan sampai hari ini, terutama jalan yang ada di kampung-kampung,"
sebut Rozali.
Ketua Forum Peduli Bengkalis ini menambahkan, APBD tahun 2015
adalah pembahasan pertama bagi anggota DPRD Bengkalis yang baru. DPRD Bengkalis
yang sebagian besar diisi anggota baru bersaal dari latar pendidikan yang
mumpuni dan masih muda, diharapkan mampu menjawab keinginan masyarakat selama
ini.
Terlebih kata Rozali, dinamika politik di DPRD cukup dinamis
jika dibanding-banding sebelum-sebelumnya. hal tu terlihat alotnya pembasahan
atau penempatan untuk komposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang ditetapkan
beberapa waktu lalu.
"Kami menunggu seperti apa struktur APBD pada tahun 2015 ini,
apakah masih ditemukan program copy paste, anggaran untuk kepentingan kelompok
atau benar-benar berpihak kepada rakyat. Buktikan kalau para wakil rakyat itu
adalah orang pilihan, bukan titipan," sebut Rozali lagi.
Rozali juga mengingatkan agar para wakil rakyat tidak sungkan
atau segan mencoret program atau anggaran yang tidak menyentuh masyarakat
banyak. Waktu yang singkat diharapkan tidak dijadikan alasan untuk semaunya
saja dalam membahas program masing-masing komisi.
"Untuk program yang bagus dan benar-benar menyentuh
masyarakat silakan untuk dianjutkan, tapi yang tidak jelas kemana arah dan
untuk apa program itu diusulkan, ya buang saja," tukasnya. (Bki)