Tiga Unit Rumah Guru SDN1 Terbakar

Sabtu, 20 Desember 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sebanyak tiga unit rumah guru SDN 1 Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara terbakar Sabtu (6/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Akibat musibah tersebut, tiga guru kehilangan tempat tinggal dan sebagian harta benda tidak terselamatkan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa memilukan tersebut terjadi sesaat sebelum turun hujan. Berawal dari rumah Abdul Razak, sekitar pukul 01.00 WIB warga melihat ada kepulan api. Istri Abdul Razak, Asniar yang tengah tidur lelap terbangun akibat panas yang ditimbulkan oleh api. Melihat ada api, Asniar panik dan segera meminta pertolongan. Abdul Razak sendiri saat itu tidak ada di rumah karena sedang mengikuti ujian di Batu Panjang. Abdul Razak tercatat sebagai guru kelas 6 SDN 1 Titi Akar.

Api terus membesar karena malam itu angin berhembus cukup kencang. Hanya dalam hitungan menit, rumah permanen proyek Dinas Pendidikan itu tak bisa lagi diselamatkan. Sementara Asniar beserta anak-anaknya, dengan melihat api yang makin membesar tidak bisa lagi menyelamatkan barang berharga, kecuali sedikit uang dan pakaian yang melekat di badan.

Api yang tidak terkendali ini kemudian menyambar rumah-rumah yang ada di sebelahnya. Rumah yang pertama disambar adalah rumah petak dua semi permanen yang dihuni oleh Rosmiati bersama keluarga dan Sukadi juga bersama keluarga. Rosmiati tercatat sebagai guru kelas 2 sedangkan Sukadi guru agama Islam di SD tersebut. Berikutnya rumah petak dua yang dijadikan gudang penyimpangan mobiler SDN 1 Titi Akar.

Kepala SDN 1 Titi Akar, Arnita saat dihubungi, Minggu (7/12) membenarkan adanya kejadian tersebut. Ketiga guru yang tertimpa musibah menurut Arnita merupakan guru SDN 1 Titi Akar. "Kejadiannya begitu cepat, tidak banyak barang berharga yang bisa diselamatkan," katanya, kecuali Sukadi yang masih sempat menyelamatkan dua unit sepeda motor dan satu unit laptop.

Beruntung, sambung Arnita, setelah angin kencang langsung turun hujan, sehingga api padam sebelum kebakaran yang makin besar terjadi. "Di komplek perumahan guru itu, masih ada 6 unit rumah bulatan lagi yang selamat dari musibah kebakaran setelah hujan turun," katanya.

Pasca kebakaran, sambung Arnita, Sukadi mohon izin pulang ke Dumai karena saudaranya tinggal di Dumai. Rosmiati pulang ke rumah keluarganya yang ada di Titik Akar. Sedangkan Abdul Razak menempati rumah yang diperuntukkan bagi kepala sekolah. (Bku)