
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sudah empat tahun pelabuhan kargo
yang dibangun pada masa pemerintahan bupati Syamsurizal di desa Air Putih
kecamatan Bengkalis selesai, hingga saat ini pelabuhan yang menelan anggaran Rp
56 milyar tersebut masih terlantar dan belum kunjung difungsikan. Dinas
Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bengkalis sendiri
sedang menjajaki rencana kerjasama dengan berbagai pihak.
Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Syahrial ST, Selasa (9/12) saat dikonfrimasi
soal pelabuhan kargo di Air Putih tersebut mengaku belum mengetahui persis
duduk persoalannya, karena sampai sekarang belum berfungsi sebagaimana
mestinya. Ia hanya menyebut, bahwa dalam waktu dekat setelah pembahasan dan
pengesahan RAPBD tahun 2015 selesai, komisi II akan menanggil pihak
Dishubkominfo soal keberadaan pelabuhan tersebut.
"Memang sangat disayangkan sudah empat tahun pelabuhan itu tidak difungsikan
sama sekali, padahal pembangunannya menelan biaya yang lumayan besar dan semua
bersumber dari APBD Bengkalis. Dalam waktu dekat setelah pengesahan APBD 2015,
kita hearing (dengar pendapat,red) dengan Dishubkominfo soal kejelasan masa
depan pelabuhan tersebut, karena sayang terlantar begitu saja,"ujar Syahrial.
Politisi Partai Golkar tersebut menyebutkan juga bahwa seharusnya setelah BUMD
PT.Bumi Laksamana Jaya (BLJ) tidak sanggup mengelola pelabuhan tersebut harus
ada alternatif lain untuk dilakukan kerjasama pengelolaan. Misalnya, dengan
PT.Pelabuhan Indonesia (Pelindo) atau pihak swasta yang berpengalaman dalam
pengelolaan pelabuhan, karena apabila terlalu lama terlantar dikhawatirkan
pelabuhan tersebut akan lapuk dan daerah dirugikan.
"Seharusnya ada komunikasi untuk menjalin kerjasama supaya pelabuhan kargo itu
bisa beroperasi. Dishubkominfo selaku leading sector kita minta pro aktif,
bagaimana pelabuhan kargo itu bisa beroperasi menggantikan pelabuhan lama di
kota Bengkalis yang sudah tua,"tambah Syahrial lagi.
Terpisah Kadishubkominfo Ja'afar Arif yang ditanya soal langkah kedepan
pengeoperasian pelabuhan kargo tersebut mengaku kalau pihaknya saat ini sedang
menjajaki kerjasama dengan PT.Pelindo yang notabene adalah BUMN yang
berpengalaman mengelola pelabuhan. Rencana menggandeng PT.Pelindo dikarenakan BUMD
PT.BLJ merasa tidak sanggup mengelola pelabuhan kargo tersebut.
Sementara itu disampaikan Ja'afar, kalau membentuk Badan Usaha Pelabuhan (BUP)
tentu harus ada Peraturan Daerah (Perda) dan BUP berdiri sendiri dan akan
memakan waktu panjang. Dishubkominfo menjajaki kerjasama operasional (KSO)
dengan PT.Pelindo dengan tujuan bagaimana dalam waktu dekat pelabuhan kargo itu
dapat dioperasikan.
"Sekarang ini kita menjajaki KSO dengan PT.Pelindo untuk pengelolaan pelabuhan
kargo tersebut. Saya bersama kepala PT.Pelindo (M.Fikri,red) sudah menemui
Kemneterian Perhubungan RI soal rencana KSO tersebut, termasuk juga akan
membangun komunikasi dengan pihak Syahbandar selaku pemegang otoritas
pelayaran,"terang Ja"afar.
Persoalan lain tambah mantan camat Bengkalis tersebut di pelabuhan kargo Air
Putih adalah belum adanya gudang tempat penyimpanan barang. Kemudian soal
perizinan operasional nantinya tentu akan diselesaikan setelah KSO dengan PT
Pelindo terealisasi. (Bku)