Anggaran Kurang Rp10 M, Tidak Hanya Insentif, Gaji Guru Juga Ikut Terlambat

Selasa, 30 Desember 2014

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Selain tunjangan insentif yang tak kunjung dibayar sejak Oktober, gaji para guru di Bengkalis bulan Desember ini juga mengalami keterlambatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, HM Nor Alamsyah saat dihubungi membenarkan perihal keterlambatan pembayaran gaji guru tersebut.

''Ya memang mengalami keterlambatan dari bulan-bulan sebelumnya,'' ujar mantan Sekrtaris BKD Bengkalis ini kepada wartawan, Kamis (11/12/2014).

Terkait isu berkembang bahwa keterlambatan tersebut lantaran anggaran tidak mencukupi, Alamsyah juga membenarkan. Namun, seperti halnya insentif, kekurangan anggaran tersebut terjadi bukan karena dananya dialihkan untuk kegiatan lain. Namun akibat adanya kenaikan gaji pegawai ketika Pemkab sudah selesai menyusun RKA 2014.

''Jumlah guru kita sangat banyak sekali, mencapai ribuan. Kenaikan gaji sedikit saja akan menambah anggaran yang cukup besar. Itu sebabnya, walau anggaran gaji tersebut sebenarnnya sudah kita lebihkan untuk antisipasi, ternyata tetap tida cukup untuk membayar semua gaji guru,'' katanya.
Saat ditanya berapa kekurangan anggaran yang harus dibayarkan, Alam mengatakan mencapai Rp10 miliar. Pihaknya sudah menyampaikan hal itu ke Sekretariat Daerah dan berharap ada titik terang dalam waktu dekat.

Sebelumnya diberitakan, para guru juga belum mendapatkan insentif sejak Oktober dengan alasan dana yang tersisa sudah tidak mencukupi untuk membayar insentif semua guru.

''Insentif Oktober kami belum terima lagi. Sekarang sudah masuk pula bulan Desember. Tak biasanya terlambat bayar,'' ujar salah seorang guru SMA, A Munir kepada wartawan, Kamis (11/12/2014).

Dengan keterlambatan pembayaran insentif tersebut, dirinya dan mungkin sebagian besar guru di Bengkalis merasa risau. Apalagi berkembang isu kalau keterlambatan tersebut terjadi lantaran anggaran untuk pembayaran insentif guru sudah habis. "Tolong minta bantu tanyakan ke Dinas Pendidikan, apa betul isu tersebut. Soalnya kami tak habis pikir juga, macam mana anggaran insentif habis. Apa mungkin dananya dipakai untuk membayar yang lain,'' ujar pria yang sehari-hari bertugas di SMAN 3 Bengkalis itu. (Bku)