
BENGKALIS, Beritaklik.Com -
Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIE Syariah) Bengkalis
kembali menggeruduk Kantor Bupati Bengkalis, Selasa (16/12).
Massa mahasiswa sampai di Kantor Bupati yang pintunya sudah dikunci Satuan
Polisi Pamong Praja, mencoba meransek masuk dengan menggoyang-goyang pintu
pagar. Namun tak berhasil, karena dijaga ketat oleh Satpol PP dan Personel
Polsek Bengkalis.
Kedatangan mahasiswa ini terkait belum mundurnya Ketua STIE Syariah Bengkalis,
Nur Amin, SE, MM dari jabatannya. Massa mahasiswa menuding Nur Amin tak becus
mengurus STIE Syariah yang berada dibawah Yayasan Bangun Insani.
Karyawan STIE Syariah yang henggan disebutkan namanya, menduga pengangkatan Nur
Amin diduga cacat hukum, karena disinyalir tanda tangan Surat Keterangan (SK)
pengangkatannya sebagai Ketua STIE Syariah untuk periode kedua 2014-2018 diduga
hasil scanning.
"Tanda tangan SK pengangkatannya (Nur Amin) di scan. Jadi saya kira itu
cacat hukum," kata karyawan tersebut yang juga ikut demo.
Menurutnya, pemilihan ketua STIE Syariah dilakukan tiga bulan lalu melalui
rapat yayasan. Hasil rapat itu tidak menyebutkan nama ketua STIE Syariah. Namun
tiba-tiba muncul nama Nur Amin, SE, MM, sebagai Ketua STIE untuk periode
2014-2018. Nur Amin sebelumnya merupakan Ketua STIE Syariah periode 2010-2014.
SK ditandatangani Ketua Yayasan Bangun Insani, Sulaiman Zakaria yang saat ini
menjadi anggota DPRD Bengkalis dari Partai Demokrat. SK Ditanda tangani
Sulaiman Zakaria tanggal 19 Oktober 2014, sementara Sulaiman Zakaria sudah
diangkat jadi anggota dewan tanggal 15 Oktober 2014.
"Anggota dewan harus melepas jabatan ketua yayasan," kata karyawan
STiE Syariah yang enggan disebutkan namanya. (Bku)