
Reni Lestari, peserta Khattil Quran golongan kontemporer utusan Bengkalis serius menyelesaikan lukisannya dalam ajang MTQ XXXIII Provinsi Riau di venue Futsal, Tembilahan, Selasa (16/12).
Reni Lestari, peserta
Khattil Quran golongan kontemporer utusan Bengkalis serius menyelesaikan
lukisannya dalam ajang MTQ XXXIII Provinsi Riau di venue Futsal, Tembilahan,
Selasa (16/12).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Salah satu cabang baru yang diperlombakan dalam ajang
Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIII tingkat Provinsi Riau di Tembilahan
Indragiri Hilir adalah Khattil Qur'an golongan kontemporer. Walaupun masih
eksibisi, Bengkalis tetap menurunkan putra-putri terbaiknya di bidang lukisan
kaligrafi.
Lomba kaligrafi kontemporer digelar di venue Futsal, Selasa (16/12), berbeda
dengan tiga golongan cabang khattil lainnya yakni Naskah, Hiasan Mushaf, dan
Dekorasi. Menurut Subandi selaku pelatih kaligrafi dari Bengkalis menyebutkan
bahwa saat ini kaligrafi telah mengalami sejumlah revolusi, tergambar dengan
adanya pergeseran mahzab yang dianut peserta.
"Kalau dulu peserta itu menguasai mahzab huruf sekarang bahkan sudah ke
mahzab guru," terang Subandi saat menyaksikan anak didiknya berlaga
bersama peserta dari kabupaten/kota lainnya.
Pergeseran ini lanjut Subandi karena keberadaan master-master kaligrafi yang
menjadi panutan di dunia Islam dan karena kemunculan gaya-gaya baru yang tampil
akibat penyelenggaraan lomba-lomba khattil Internasional di Turki, Yordania,
Brunei, Irak dan di Abu Dhabi.
Karya-karya yang tampil dalam lomba itu menampilkan modifikasi bentuk baik
anatomi huruf maupun komposisinya. Sehingga anak-anak kita yang tampil pun
ikut-ikutan gaya yang sedang berkembang.
"Misalnya saja peserta kita dari Bengkalis Muhammad Yafizh dan Reni
Lestari lukisan kaligrafinya sesuai dengan idola sang guru yaitu dari
negara-negara Timur Tengah, misalnya Turki," sambung Subandi.
Ketika ditanya perbedaan dari ketiga golongan kaligrafi ini, Subandi
menjelaskan kalau naskah, hiasan mushaf, dan dekorasi itu mazhab tradisional,
baku dengan aturan-aturan yang sudah dipatenkan, tapi yang kontemporer itu
merupakan pembebasan dari aturan-aturan sehingga tampilannya berbeda, jadi
dengan hadirnya golongan kontemporer, akan menambah semaraknya pelaksanaan MTQ.
"Walaupun masih eksibisi tapi kita tetap serius menurunkan peserta terbaik
putra-putri asal Bengkalis, mudah-mudahan pada saat pengumuman malam penutupan
nantinya, mereka bisa juara," tutup Subandi. (Bku)