
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Taman
Andam Dewi Bengkalis, yang berada tidak jauh dari Gedung Daerah sering
tergenang air terutama saat musim hujan dan pasang tinggi. Genangan air makin
meningkat setelah jalan setapak yang mengelilingi taman tersebut dibangun lebih
tinggi sekitar sekitar 30 cm dari tanah.
Sejumlah warga yang biasa menjadikan
Taman Andam Dewi sebagai tempat melepas lelah mengaku heran dengan pembangunan
jalan setapak itu. "Sebetulnya, kalau untuk sekedar membuat nyaman para pejalan
kaki di taman, tak perlulah setinggi itu. Selain tinggi, jalan setapak ini juga
mengurung air karena tak saya tengok saluran pembuangan," ujar salah seorang
warga, Rahmad kepada wartawan belum lama ini.
Menurut Rahmad, pembangunan jalan
setapak yang terlalu tinggi itu juga dinilai mubazir, karena material yang
habis. Padahal kalau dibangun lebih rendah, akan banyak bagian dari taman
tersebut yang bisa disemenisasi.
Hal senada diungkapkan Fahmi, warga
Wonosari. Menurut dia, kenyamanan Taman Andam Dewi dengan dibangunnya jalan
setapak yang terlalu tinggi jadi berkurang. Pengujung, terutama anak-anak kecil
sulit untuk melangkah naik turun jalan setapak. "Kalau kita orang dewasa tak
ada masalah, kalau anak kecil, usia-usia TK, perlu hati-hati. Bisa-bisa
terjatuh saat melangkah," katanya.
Baik Fahmi maupun Rahmad menyarankan,
karena jalan setapak tersebut sudah terbangun, maka Pemkab perlu mencarikan
solusi terhadap persoalan-persoalan yang mereka ungkapkan. Salah satunya adalah
dengan menyemenisasi bagian-bagian taman yang lebih rendah agar bisa sama
tinggi dengan jalan setapak. "Keuntungan lainnya, kalau taman tersebut
ditinggikan, maka persoalan selama ini Taman sering terendam air saat musim
hujan ataupun pasang bisa diminimalisir," kata Fahmi.
Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota Tata
Ruang dan Pemukiman (Distartako dan Pemukiman), Emri Juli Harnis saat
dikonfirmasi terkait persoalan tersebtu mengatakan, kalau pihaknya memang sudah
merencanakan untuk merehab Taman Andam Dewi Bengkalis.
"Rencananya memang seperti itu, taman itu kita tinggikan karena sering terendam air. Kemarin itu karena dana terbatas ya baru kita buat jalan setapaknya saja. Insyaallah akan kita lanjutkan pada tahun anggaran berikutnya," kata Emri. (Bku)