Jalan Rusak, Akses Ke Sejumlah Desa Terancam Putus

Kamis, 01 Januari 2015

BANTAN, Beritaklik.Com - Seperti tidak ada habisnya. Lagi-lagi masyarakat mengeluhkan kondisi jalan desa Muntai Kecamatan Bantan yang hancur dan rusak parah. Lubang-lubang besar menganga di tengah jalan, akibatnya banyak kendaraan yang terperosok dan tidak bisa meneruskan perjalanan.

Pantauan, di lapangan, jika sebelumnya kerusakan parah terjadi di dusun Penurun, kini "pindah" ke jalan yang berpenduduk padat. Herannya tidak ada upaya dari pemerintah untuk menutup lubang-lubang tersebut, minimal dengan belahan batang kelapa.

Seperti dituturkan Yudi warga Kembung Luar, Jumat (5/12), sebulan terakhir masyarakat desa Teluk Pambang, Kembung Luar, Kembung Baru dan Teluk Lancar, terpaksa melewati desa Muntai jika ingin berurusan ke kota Bengkalis, karena jalan poros desa Kembung Baru menuju Pematang Duku juga sedang dibangun tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

"Tapi sekarang roda empat juga tidak bisa lewat Muntai, karena kerusakan jalan di Muntai cukup parah. Banyak mobil yang tersangkut atau terperosok ke dalam lubang," ujar Yudi.

Disebabkan di Pematang Duku juga tidak bisa dilewati karena sedang ada pengerjaan jalan, mau tak mau pengguna jalan terpaksa lewat jalan Muntai. Akibatnya, jalan poros desa tersebut mengalami kerusakan parah, karena bukan hanya kendaraan roda dua atau mobil pribadi saja yang melintas tapi juga mobil mengangkut material proyek dan lainnya.

"Mestinya jangan menunggu sampai rusak seperti itu, akan ada dana pemeliharaan jalan di masing-masing Kecamatan, mengapa tidak digunakan. Kalaupun dana pemeliharaan sudah habis, masih ada upaya lain. Misalnya pakai dana ADD, kalaupun tak bisa, gotong royong timbun pakai batang kelapa," ujar Yudi lagi.

Sebetulnya kata Yudi jalan yang berlubang tidak terlalu banyak, hanya saja saja lubang yang menganga cukup dalam dan besar, sulit dilewat kendaraan roda empat. "Satu atau dua batang kelapa sudah cukup untuk menutupi lubang itu. Aparat desa mestinya tanggap dengan kondisi seperti ini," ujar Yudi lagi.

Diakui Yudi, akibat jalan rusak aktivitas masyarakat di sejumlah desa terhambat. Bahkan kata Yudi untuk mengantar saudaranya ke Bengkalis untuk periksa kehamilan saja terpaksa menggunakan roda dua, karena jalan poros di Muntai sangat susah dilewati mobil.

"Mohon kondisi ini jadi pemerintah, apakah itu Pemerintah Kabupaten, Kecamatan atau desa, jangan tunggu ada korban nyawa baru jalannya ditimbun kasihan masyarakat," harap Yudi. (Bku)