Bupati: Saya Tidak Memiliki Rekening Gendut

Jumat, 02 Januari 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh, sampai saat ini belum mengetahui persis rekening mana yang diduga rekening gendut miliknya, sebagaimana dipublikasikan sejumlah media, beberapa hari lalu. Bukan hanya dirinya, istri dan anak-anaknya juga demikian. Dia dan keluarganya tidak memiliki tabungan dalam jumlah besar. Tabungan yang mereka punya jumlahnya wajar, tidak berlebihan.

"Apa yang saya sampaikan ini dapat saya buktikan. Bisa saya pertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Tabungan saya hanya berasal dari penghasilan yang sah, seperti gaji dan tunjangan pensiun," papar Herliyan, seraya mengatakan kalau yang dimaksud rekening gendut itu rekening daerah, ada benarnya karena anggaran Kabupaten Bengkalis memang besar.

Klarifikasi ini disampaikan Bupati kepada sejumlah wartawan guna meluruskan adanya pemberitaan yang merilis bahwa sejumlah kepala daerah dan mantan kepala daerah, termasuk dirinya, disebut-sebut juga memiliki rekening gendut di Wisma Daerah Sri Mahkota, Senin (22/12).

Herliyan juga menjelaskan, sebagai penyelenggara negara dia taat menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). "Setiap tahun kewajiban penyampaikan LKHPN ini saya taati," katanya.

Menjawab wartawan munculnya pemberitaan tersebut sebagai salah satu upaya untuk pembunuhan karakter (character assassination) dari lawan politiknya, sehubungan bakal diselenggarakannya pemilihan Bupati Bengkalis pada 2015 atau 2016 mendatang, Herliyan enggan berandai-andai.

"Setahu dan seingat saya, saya tidak punya musuh atau lawan politik. Karena itu, saya tidak melihat ada benang merahnya antara keduanya. Tapi kalau mau dikait-kaitkan, ya bisa saja. Namanya juga dihubung-hubungkan," ujarnya bercanda.

Salah satu prinsip hidup yang senantiasa diterapkannya adalah sejuta kawan itu terlalu sedikit, sedangkan seorang lawan terlalu banyak. "Karena itu yang saya cari bukan musuh walau hanya satu orang, tapi kawan sebanyak-banyaknya," ungkapnya.

Demikian juga soal adanya dugaan aliran dana dari penyertaan modal PT BLJ dan fee proyek masuk ke rekeningnya, Bupati menegaskan hal itu tidak ada. Karena sepengetahuan dirinya, ia tidak pernah menerima aliran dana di luar gajinya sebagai bupati dan tunjangan pensiunnya sebagai PNS.

"Rekening saya ada beberapa. Untuk gaji di Bank Riau Kepri, tunjangan pensiun PNS di BRI. Sementara untuk transaksi pembayaran kartu kredit di Bank Mandiri. Kemudian ada beberapa rekening lagi, seperti di BCA dan Bank Panin tapi nyaris tidak ada transaksi, kecuali saldo setoran awal," tutup Bupati. (Bku)