
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati
Bengkalis, H Herliyan Saleh, sampai saat ini belum mengetahui persis rekening
mana yang diduga rekening gendut miliknya, sebagaimana dipublikasikan sejumlah
media, beberapa hari lalu. Bukan hanya dirinya, istri dan anak-anaknya juga
demikian. Dia dan keluarganya tidak memiliki tabungan dalam jumlah besar.
Tabungan yang mereka punya jumlahnya wajar, tidak berlebihan.
"Apa yang saya sampaikan ini dapat saya buktikan. Bisa saya pertanggungjawabkan
dunia dan akhirat. Tabungan saya hanya berasal dari penghasilan yang sah,
seperti gaji dan tunjangan pensiun," papar Herliyan, seraya mengatakan kalau
yang dimaksud rekening gendut itu rekening daerah, ada benarnya karena anggaran
Kabupaten Bengkalis memang besar.
Klarifikasi ini disampaikan Bupati kepada sejumlah wartawan guna meluruskan
adanya pemberitaan yang merilis bahwa sejumlah kepala daerah dan mantan kepala
daerah, termasuk dirinya, disebut-sebut juga memiliki rekening gendut di Wisma
Daerah Sri Mahkota, Senin (22/12).
Herliyan juga menjelaskan, sebagai penyelenggara negara dia taat menyampaikan
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). "Setiap tahun kewajiban
penyampaikan LKHPN ini saya taati," katanya.
Menjawab wartawan munculnya pemberitaan tersebut sebagai salah satu upaya untuk
pembunuhan karakter (character assassination) dari lawan politiknya,
sehubungan bakal diselenggarakannya pemilihan Bupati Bengkalis pada 2015 atau
2016 mendatang, Herliyan enggan berandai-andai.
"Setahu dan seingat saya, saya tidak punya musuh atau lawan politik. Karena
itu, saya tidak melihat ada benang merahnya antara keduanya. Tapi kalau mau
dikait-kaitkan, ya bisa saja. Namanya juga dihubung-hubungkan," ujarnya
bercanda.
Salah satu prinsip hidup yang senantiasa diterapkannya adalah sejuta kawan itu
terlalu sedikit, sedangkan seorang lawan terlalu banyak. "Karena itu yang saya
cari bukan musuh walau hanya satu orang, tapi kawan sebanyak-banyaknya,"
ungkapnya.
Demikian juga soal adanya dugaan aliran dana dari penyertaan modal PT BLJ dan
fee proyek masuk ke rekeningnya, Bupati menegaskan hal itu tidak ada. Karena
sepengetahuan dirinya, ia tidak pernah menerima aliran dana di luar gajinya
sebagai bupati dan tunjangan pensiunnya sebagai PNS.
"Rekening saya ada beberapa. Untuk gaji di Bank Riau Kepri, tunjangan pensiun
PNS di BRI. Sementara untuk transaksi pembayaran kartu kredit di Bank Mandiri.
Kemudian ada beberapa rekening lagi, seperti di BCA dan Bank Panin tapi nyaris
tidak ada transaksi, kecuali saldo setoran awal," tutup Bupati. (Bku)