Hadiri Wisuda Perdana STAIN Bengkalis Bupati Tekan MOU Penguatan Lembaga Pendidikan

Senin, 05 Januari 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Menyandang gelar sarjana, bukan berarti untuk berhenti belajar. Namun, berusaha semaksimal mungkin menambah ilmu pengetahuan, mengingat tuntutan perkembangan semakin besar.

''Setelah menyandang gelar sarjana, bukan berarti kalian berhenti untuk belajar. Setiap saat kita dituntut untuk terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan, sesuai hadis Rasullah SAW "Carilah ilmu semenjak dari ayunan sampai liang lahat. Bagi umat islam, hadist tersebut menjadi dasar perwujudan long life education atau pendidikan seumur hidup,'' ungkap Bupati Bengkalis Herliyan Saleh saat menghadiri Wisuda STAIN Bengkalis, Sabtu (27/11).

Wisuda kemarin terasa lebih istimewa dan bernilai sejarah, karena merupakan wisuda perdana pasca STAI menyandang status negeri pada September 2014 lalu. Tepatnya berdasarkan peraturan Menteri Agama RI Nomor 33 Tahun 2014. Pada wisuda kemarin, sebanyak 215 mahasiswa STAIN diwisuda, terdiri dari 107 prodi PAI dan 108 prodi TBI.

Diungkapkan Herliyan, tuntutan agar generasi muda untuk terus belajar sangat wajar, karena ilmu pengetahuan setiap saat terus berkembang. Jika generasi muda enggan untuk belajar, dikhawatirkan tidak akan pernah menang menghadapi persaingan global, sehingga selalu menjadi penonton di negeri sendiri. Untuk itu, alumni STAIN Bengkalis jangan pernah bosan, tidak boleh jemu untuk menggali dan menambah ilmu pengetahuan.

Para sarjana lulusan perguruan tinggi di manapun, saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah dalam mencari pekerjaan, tapi harus memiliki kompetensi dan keterampilan yang memenuhi, sehingga dapat terserap pasar kerja dengan cepat.

Menurut Herliyan, momentum yang bersejarah ini, juga harus menjadi pemicu dan motivasi bagi seluruh civitas STAIN Bengkalis untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memajukan pembangunan pendidikan di Negeri Junjungan, Kabupaten Bengkalis.

''Sebagai lulusan STAIN Bengkalis, saya yakin saudara-saudari telah memiliki bekal kecerdasan spiritual, intelektual, sosial dan emosional. dengan modal tersebut, kalian semua harus menatap masa depan dengan optimis, dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan daerah. Kalian juga harus mengamalkan ilmu yang didapatkan selama kuliah agar bermanfaat buat orang lain,'' ungkap Herliyan.

Perubahan status dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri, merupakan sebuah kebanggaan, sekaligus tantangan bagi civitas akademik maupun alumni STAIN Bengkalis. Karenanya, STAIN Bengkalis ke depan harus bekerja lebih keras meningkatkan proses pembelajaran, sehingga setiap lulusan yang dihasilkan benar-benar merupakan out put dari proses yang berkualitas. Lulusan yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. Lulusan yang bukan hanya mampu menghadapi segala bentuk persaingan, baik level domestik maupun global.

Menghasilkan lulusan berkualitas dimaksud, hal itu tentu harus dimulai dari internal STAIN Bengkalis. salah satunya, yaitu harus di dukung sumber daya yang kualitas. Untuk itu, civitas akademis STAIN Bengkalis, terutama para dosen, harus senantiasa meningkatkan kompetensi dan profesionalitas. Intinya, perubahan status menjadi STAIN mesti dibarengi dengan perubahan seluruh sumber daya yang ada.

Pemkab Bengkalis tetap komitmen untuk membantu mendukung dan membantu keberadaan STAIN Bengkalis. Sebagai bentuk komitmen itu, telah disusun draf nota kesepahaman atau memorendum of understanding (MoU) antara Pemkab Bengkalis dengan pengelola STAIN Bengkalis tentang penguatan kelembagaan.

''MOU ini dibuat sebagai upaya untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bengkalis, khususnya kota Bengkalis,'' ungkap Herliyan. (Bku)