
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Di beberapa
wilayah, masyarakat yang terkena banjir hingga saat belum memperoleh bantuan
tanggap darurat dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Belum disalurkannya
bantuan tersebut, tapi semata-mata karena belum adanya permintaan dari kepala
desa/kelurahan atau camat setempat.
''Selagi belum ada data korban yang perlu dibantu dari aparatur setempat,
bantuan tersebut belum dapat diberikan. Untuk itu, kepada seluruh kepala
desa/lurah atau camat untuk proaktif. Segera menyampaikan permintaan bantuan
untuk warganya yang terkena musibah banjir,'' ujar Kabag Humas Setdakab
Bengkalis, Johansyah Syafri, Senin (29/12).
Selain prosedurnya memang begitu, kata Johan lagi, data dan permintaan dimaksud
diperlukan agar jumlah bantuan yang akan disalurkan benar-benar sesuai
kebutuhan dan tepat sasaran. ''Bagaimana Pemkab Bengkalis mau menyalurkan
bantuan, kalau yang siapa saja masyarakat perlu bantuan dan berapa jumlahnya,
datanya tidak ada,'' papar Johan.
Johan menjamin, setiap permintaan bantuan tanggap darurat yang disampaikan akan
segera diproses Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran
(BPBD-Damkar) atau Dinas Sosial sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
yang bertanggung jawab untuk itu.
''Kalau permintaan itu diterima kedua SKPD itu pagi, paling lambat sore bantuan
tersebut sudah disalurkan. Jika diterima sore, paling lambat ke esokan harinya.
Pokoknya segera dan secepatnya ditindaklanjuti. Sesuai instruksi bupati, tidak
boleh ditunda-tunda. Harus diprioritaskan,'' ungkap Johan.
Di bagian lain Johan menjelaskan, permintaan agar camat dan kepala desa/lurah
yang wilayahnya terkena banjir segera menyampaikan laporan, termasuk jumlah
korban dan bantuan tanggap darurat yang diperlukan, sudah sejak lama
disampaikan Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh.
Secara tertulis hal itu disampaikan Herliyan melalui Surat Nomor
360/BPBDPK/2014/269. Melalui surat tertanggal 19 Desember 2014 itu, Bupati
Bengkalis memang sudah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa/lurah
untuk melaporkan segera bahaya banjir dan bahaya lainnya secara berjenjang ke
BPBD-Damkar untuk segera dilakukan tindakan penanggulangan.
Johan menambahkan, sejauh ini sudah banyak bantuan tanggap darurat yang
diberikan Pemkab Bengkalis. Baik itu yang langsung disampaikan Bupati Bengkalis
saat melakukan peninjauan, maupun oleh kedua SKPD tersebut. ''Jadi kalau saat
melakukan peninjauan ke lokasi banjir Bupati Bengkalis tidak menyerahkan
bantuan kepada masyarakat, bisa saja hal itu terjadi karena bantuan tersebut
sudah diserahkan BPD-Damkar atau Dinas Sosial. Atau mungkin saja karena memang
belum ada laporan atau permintaan bantuan oleh aparatur setempat,'' jelas
Johan. (Bku)