
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Seluruh
pemangku kepentingan (stakeholder) diminta terus meningkatkan kualitas tenaga
pendidik anak usia dini yang ada di daerah ini. Harapan itu disampaikan Bupati Bengkalis,
H Herliyan ketika membuka Jambore Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat
Kabupaten Bengkalis 2014. Pembukaan kegiatan yang diikuti Bunda PAUD kecamatan
serta desa/kelurahan se-Kabupaten Bengkalis di Balai Kerapatan Adat Sri
Mahkota, Minggu (28/12).
Secara kuantitas dan kelembagaan, perkembangan PAUD di daerah ini, sudah sangat
baik. Sebab, imbuhnya, seluruh desa/kelurahan, sudah memiliki lembaga atau
institusi PAUD. Baik itu dalam bentuk taman kanak-kanak, kelompok bermain, dan
sebagainya.
Artinya, jika daerah lain saat ini baru mencanangkan satu desa satu PAUD,
kabupaten bengkalis sudah mewujudkannya. ''Keberadaan institusi PAUD tersebut,
tidak akan memberikan sumbangsih optimal, jika tidak diikuti dengan penyediaan
sumber daya pendidik PAUD yang memenuhi standar dan kompetensi sebagaimana
dipersyaratan,'' ujar Herliyan.
Karena itu dan sesuai tujuannya, Herliyan berharap Jambore PAUD ini,
benar-benar dapat meningkatkan pengetahuan pendidik PAUD baik dari sistem
pengajaran serta kredibiltas pengajarnya.
Selain itu, harapnya, Jambore ini juga menghasilkan rekomendasi atau rumusan
tentang pelaksanaan program pengembangan, pengasuhan dan PAUD yang benar-benar
mengakar pada karakter dan budaya masyarakat di daerah ini. Yaitu budaya
Melayu.
Pentingnya program yang mengakar pada karakter dan budaya Melayu ini, sambung
Herliyan, bukan semata-mata sebagai salah satu upaya memperkenalkan dan
melestarikannya kepada anak sejak dini.
Lebih dari itu, karena dalam budaya Melayu banyak sekali permainan-permainan,
baik itu yang bersifat kooperatif, rekreatif maupun edukatif yang dapat
digunakan untuk rangsangan terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor,
kognitif, maupun sosialnya anak,'' jelasnya.
Herliyan mencontohkan satu permainan dimaksud. Yakni permainan terompa panjang
atau bakiak. "Permainan ini sangat bermanfaat bagi anak untuk melatih
kekompakan, konsentrasi serta mentaati pemimpin dalam melangkah, sehingga
selamat mencapai tujuan", katanya.
Kerja sama
Pendidikan utama adalah
pendidikan informal, yaitu pendidikan dalam lingkungan keluarga. Karenanya,
dalam mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), peran dan kerja sama yang
baik orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan. Pendidikan PAUD tidak boleh
hanya dibebankan pada lembaga PAUD saja.
"Peran orang tua dalam PAUD harus berada pada urutan pertama. Karena orang
tualah yang paling memahami anak-anaknya dan pertama kali mengetahui perubahan
serta perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya. Peran orang tua dalam
menjadikan anaknya memiliki kepribadian baik ataukah buruk, sangat besar,"
jelas Herliyan.
Di bagian, katanya, agar orang tua dan lembaga PAUD tidak melakukan kesalahan
dalam mendidik anak usia dini (0-6 tahun), maka keselarasan dan kerja sama yang
baik di antara keduanya harus terjalin. Keduanya harus berada dalam suatu rel
dan sepakat. Mesti seiring, sejalan dan seirama dalam memperlakukan anak
sehari-hari.
''Apabila anak di didik hanya berdasarkan kemauan salah satu pihak, maka proses
PAUD tidak akan berjalan dengan baik, atau bahkan mungkin dapat mengganggu
perkembangan anak,'' pesan Bupati.
Seluruh SKPD dan organisasi sosial kemasyarakatan di daerah ini yang membidangi
atau memiliki kegiatan yang berkaitan dengan PAUD, Herliyan berharap untuk
senantiasa memberikan sosialisasi, edukasi dan advokasi kepada masyarakat. (Bku)