Stakeholder Diminta Tingkatkan Kuaalitas Tenaga Pendidik

Selasa, 06 Januari 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) diminta terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik anak usia dini yang ada di daerah ini. Harapan itu disampaikan Bupati Bengkalis, H Herliyan ketika membuka Jambore Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat Kabupaten Bengkalis 2014. Pembukaan kegiatan yang diikuti Bunda PAUD kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Bengkalis di Balai Kerapatan Adat Sri Mahkota, Minggu (28/12).

Secara kuantitas dan kelembagaan, perkembangan PAUD di daerah ini, sudah sangat baik. Sebab, imbuhnya, seluruh desa/kelurahan, sudah memiliki lembaga atau institusi PAUD. Baik itu dalam bentuk taman kanak-kanak, kelompok bermain, dan sebagainya.

Artinya, jika daerah lain saat ini baru mencanangkan satu desa satu PAUD, kabupaten bengkalis sudah mewujudkannya. ''Keberadaan institusi PAUD tersebut, tidak akan memberikan sumbangsih optimal, jika tidak diikuti dengan penyediaan sumber daya pendidik PAUD yang memenuhi standar dan kompetensi sebagaimana dipersyaratan,'' ujar Herliyan.

Karena itu dan sesuai tujuannya, Herliyan berharap Jambore PAUD ini, benar-benar dapat meningkatkan pengetahuan pendidik PAUD baik dari sistem pengajaran serta kredibiltas pengajarnya.

Selain itu, harapnya, Jambore ini juga menghasilkan rekomendasi atau rumusan tentang pelaksanaan program pengembangan, pengasuhan dan PAUD yang benar-benar mengakar pada karakter dan budaya masyarakat di daerah ini. Yaitu budaya Melayu.

Pentingnya program yang mengakar pada karakter dan budaya Melayu ini, sambung Herliyan, bukan semata-mata sebagai salah satu upaya memperkenalkan dan melestarikannya kepada anak sejak dini.

Lebih dari itu, karena dalam budaya Melayu banyak sekali permainan-permainan, baik itu yang bersifat kooperatif, rekreatif maupun edukatif yang dapat digunakan untuk rangsangan terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif, maupun sosialnya anak,'' jelasnya.

Herliyan mencontohkan satu permainan dimaksud. Yakni permainan terompa panjang atau bakiak. "Permainan ini sangat bermanfaat bagi anak untuk melatih kekompakan, konsentrasi serta mentaati pemimpin dalam melangkah, sehingga selamat mencapai tujuan", katanya.


Kerja sama

Pendidikan utama adalah pendidikan informal, yaitu pendidikan dalam lingkungan keluarga. Karenanya, dalam mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), peran dan kerja sama yang baik orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan. Pendidikan PAUD tidak boleh hanya dibebankan pada lembaga PAUD saja.

"Peran orang tua dalam PAUD harus berada pada urutan pertama. Karena orang tualah yang paling memahami anak-anaknya dan pertama kali mengetahui perubahan serta perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya. Peran orang tua dalam menjadikan anaknya memiliki kepribadian baik ataukah buruk, sangat besar," jelas Herliyan.

Di bagian, katanya, agar orang tua dan lembaga PAUD tidak melakukan kesalahan dalam mendidik anak usia dini (0-6 tahun), maka keselarasan dan kerja sama yang baik di antara keduanya harus terjalin. Keduanya harus berada dalam suatu rel dan sepakat. Mesti seiring, sejalan dan seirama dalam memperlakukan anak sehari-hari.

''Apabila anak di didik hanya berdasarkan kemauan salah satu pihak, maka proses PAUD tidak akan berjalan dengan baik, atau bahkan mungkin dapat mengganggu perkembangan anak,'' pesan Bupati.

Seluruh SKPD dan organisasi sosial kemasyarakatan di daerah ini yang membidangi atau memiliki kegiatan yang berkaitan dengan PAUD, Herliyan berharap untuk senantiasa memberikan sosialisasi, edukasi dan advokasi kepada masyarakat. (Bku)