
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati
Bengkalis H Herliyan Saleh mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis
untuk meningkatkan kesadaran hidup bersih. Dengan pola hidup bersih, tidak
hanya penghargaan adipura yang akan diraih. Lebih dari itu, akan menciptakan
suasana yang bersih, sehat, asri dan nyaman.
Hal itu diungkapkan Bupati dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten III
Setdakab Bengkalis, H Herdi Salioso saat menghadiri rapat evaluasi penilaian
Tahap I (P1) adipura tahun 2015, bertempat di Gedung Daerah, Senin (29/12).
"Jadi tolong pak camat, pak lurah ajak warganya untuk mengintensifkan lagi upaya
kebersihan dan keindahan lingkungannya masing-masing. Himbauan juga buat lurah,
kepala puskesmas dan kepala sekolah," ujar Herdi Salioso.
Dikatakan, pola hidup bersih memang
sudah lebih baik seiring dengan keberhasilan Kabupaten Bengkalis meraih
penghargaan adipura tiga kali berturut-turut. Namun, kalau memang bisa
ditingkatkan terutama peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi
sesuatu yang memiliki nilai ekonomis.
Ataupun masyarakat ikut berpartisipasi dalam penataan lingkungan yang bersih
maka akan lebih baik lagi. Tidak mustahil, dengan meningkatnya peran serta
masyarakat, maka Bengkalis akan masuk nominasi untuk meraih penghargaan adipura
kencana tahun 2015.
"Semuanya bisa kita raih secara baik, bila dibarengi dengan kerja keras dan
berkoordinasi bersama untuk membenahi kekurangan yang ada pada hasil P1 Adipura
ini," kata Herdi Salioso lagi.
Sementara Kadis Pasar dan Kebersihan Bengkalis, H Indra Gunawan saat dihubungi
usai rapat evaluasi mengatakan, untuk masuk nominasi adipura kencana memang
sulit karena kriteria yang ditetapkan sangat ketat. Terutama partisipasi
masyarakat dalam penataan ruang yang bersih, indah dan nyaman. "Saya tak
menjanjikan karena memang kriterianya sangat ketat. Namun, kita semua tidak
boleh menyerah harus tetap berusaha. Kalau lingkungan bersih tentu manfaatnya
kita rasakan langsung," kata Indra didampingi Kabid Kebersihan DPK, Abdul
Kadir.
Abdul Kadir menambahkan, masyarakat hendaknya membiasakan untuk selalu
memilah-milah sampah organik dan anorganik serta mengoptimalkan keberadaan bank
sampah. "Himbauan kita ini bukan saja karena ada penilaian adipura, namun sudah
menjadi program rutin dengan harapan masyarakat terbiasa untuk memilah-milah
sampah organik dan anorganik. Termasuk juga memanfaatkan keberadaan bank sampah
agar sampah-sampah memiliki nilai ekonomis," katanya.
Sementara itu, Sunaryanto selaku Kabid PPR dan SDA PPE se-Sumatera dalam
penilaian tahap I mengungkapkan, dari beberapa titik dinilai sudah cukup bagus
dan berharap bisa lebih ditingkatkan lagi pada penilaian tahap II yang direncanakan
akan dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2015. (Bku)