
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Baru
Satu minggu Bengkalis tidak diguyur hujan, namun kebakaran lahan dan hutan
(Karhutla) sudah terjadi di sejumlah tempat. Hingga saat ini sudah tiga lokasi
terjadi kebakaran, di Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil dan Bantan, beruntung
ketiganya berhasil dipadamkan.
Kendati sosialisasi dan peringatan terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah
melalui BPBD-Damkar, namun ada saja yang nekat mengambil jalan pintas membersihkan
lahan dengan cara membakar. "Kita tengarai kebakaran di sejumlah tempat itu
disengaja. Mereka tidak pernah belajar dari kasus sebelum-sebelumnya, sudah
puluhan yang diamankan aparat karena membakar lahan," ujar Kepala BPBD-Damkar
melalui Kabid Damkar, Suiswantoro, Minggu (18/1).
Seperti kebakaran di Kecamatan Bukit Batu tanggal 13 lalu, api baru berhasil
dipadamkan pada tanggal 15 Januari, setelah regu pemadam BPBD-Damkar dibantu
MPA, dan regu pemadam lainnya bertugas terjun langsung memadamkan api.
Sedangkan Sabtu lalu karhutla terpantau di desa Sadar Jaya Kecamatan Siak
Kecil. Lokasi yang terbakar hutan semak belukar dan ada bekas tebangan tidak
jauh dari lahan milik PT BBHA Sinar Mas Group. "Setelah tim BPBD-Damkar turun
dibantu RPK PT BBHA, kebakaran berhasi kita jinakkan. Di lokasi ini setidaknya
2 hektar lahan yang terbakar," imbuh Suis.
Di tiga lokasi kebakaran tersebut sudah berhasil dipadamkan, dan sejauh ini
hasil pantauan dan koordinasi dengan sejumlah pihak tidak ditemukan kebakaran
lainnya di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bengkalis.
"Tapi perlu kami ingatkan, saat ini angin utara. Artinya, tipis kemungkinan
akan turun hujan dalam waktu dekat, ditambah lagi hembusan angin cukup kencang.
Untuk itu, masyarakat kembali dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas
pembakaran baik saat membersihkan lahan atau membuka lahan perkebunan
baru," ujar Suis.
Kondisi cuaca seminggu terakhir cukup ekstrim, tidak hanya hembusan angin yang
cukup kencang tapi juga panas yang cukup menyengat. Masyarakat kembali
diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran, jika tidak, bersiap-siaplah
berhadapan dengan proses hukum.
"Sudah banyak teman dan saudara kita yang ditahan karena membakar lahan, jadi
kembali kami ingatkan jangan sekali-kali melakukan pembakaran lahan dan hutan
jika tidak mau dipenjara," ingat Suis.
Babinkamtibmas Lebih Agresif
Sementara itu, Kapolres Bengkalis, AKBP A Supriyadi mengingatkan
Babinkamtibmas di jajaran Polsek harus lebih agresif dalam penanggulangan dan
juga sosialisasi karhutla mengingat cuaca Bengkalis mulai panas menyengat.
"Ini salah satu upaya kita dalam persiapan menanggulangi Karhutla di
wilayah Kabupaten Bengkalis. Sebab, dari beberapa hari terakhir, panas mulai
menyengat lantaran tanah mayoritas gambut yang rentan api," ujarnya.
Oleh sebab itu, setiap Polsek harus siap siaga dalam penanggulangan karhutla
dengan iringi melakukan sosialisasi dampak lingkungan dan hukum jika terjadi
karhutla pada masyarakat mulai saat ini, sebab dampak lingkungan akibat karhutla
selain merugikan kesehatan, juga merugikan masyarakat.
Di samping melakukan pendekatan dengan masyarakat dan perusahaan, menurut
Mantan Kapolres Pelelawan, pihaknya juga akan merangkul Pemerintah Daerah
Kabupaten Bengkalis serta pihak TNI Kodim 0303 untuk saling bahu membahu untuk
membantu mencegah dan mengatasi karhutla. (Bku)