
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh didampingi Kepala BPMPD, H Ismail menyerahkan SK kepada pendamping desa di Lantai IV Kantor Bupati, Senin (19/1).
Bupati Bengkalis, H Herliyan
Saleh didampingi Kepala BPMPD, H Ismail menyerahkan SK kepada pendamping desa
di Lantai IV Kantor Bupati, Senin (19/1).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati
Herliyan senin pagi,( 19/1), menyerahkan SK pendamping desa se - kabupaten Bengkalis,
acara penyerahan dipusatkan di lantai IV kantor bupati Bengkalis, serta turut
menghadiri sekretaris daerah kabupaten Bengkalis H. Burhanuddin dan kepala
BPMPD H. Ismail. Jumlah pendamping desa pada tahun 2015 ini sebanyak 220
terbagi dari 129 ekonomi, 19 provinsi dan 93 orang bertugas sebagai pendamping
bangunan.
Dalam sambutan Bupati Herliyan menyampaikan, pada hari ini kita serahkan surat
penugasan pendamping desa, saya berharap dari sisi program ,dari sisi kebijakan
dan dari sisi hukum terlaksana dengan baik, dan ini Memang kita programkan
setiap tahun, oleh karena itu adik-adik yang ditugaskan bekerjalah dengan baik
karena ada memantau untuk mengevaluasi kinerja kalian ujar Herliyan.
Saya selalu mengatakan kepada pendamping ekonomi bahwa kita itu harus selalu
kreatif, inovatif dan profesional, pelajari betul peran kita sebagai pendamping
desa, apalagi banyak isu yang berkembang mengenai pengelola UED-SP ada kabar
pengelolanya baik dan ada yang tidak baik sama sekali , sayang jika ada
pendamping desa yang harus berurusan dengan hukum, kalau hanya sebatas saksi
itu lumayan tapi kalau sudah tersangkut hukum bekerja pun tidak nyaman, sering
saya katakan kalau sudah tidak dapat dibina,dibina jadi dibinasakan, jelas Herliyan
lagi.
Sekali lagi Saya minta bekerjalah dengan maksimal dan menjadi perhatian kita
bersama, jika ada persoalan di desa sampaikan langsung kepada kita, akan kita
panggil kepala desa tersebut, karena tugas pendamping desa itu sangat berat,
jangan membudayakan 5 D, Datang,Dengar,Duduk,Dengkur,Duit.
Perlu diketahui bahwa pendamping desa itu sekaligus perpanjangan tangan
pemerintah, dalam bertugas jangan pernah menyerah, semua tugas yang diamanatkan
kepada kita tinggal kita bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat, jalinkan
kedekatan kepada masyarakat.
"Kemudian hal-hal lain saya sampaikan semua pemikiran di desa itu kemampuannya
tidak sama, salah satunya pembuatan peraturan desa, jadi bantu mereka, tapi
jangan pula kehadiran kita mempersulit mereka, buatkan rambu-rambu garis besar,
sehingga kalau kita tidak lagi bertugas desa itu ada kenangan yang kita
tinggalkan, artinya bagaimana program itu terlaksana dengan sukses," pinta
Herliyan.(Bkf)