
BANTAN, Beritaklik.Com - Bupati
Bengkalis, Herliyan salah mengajak seluruh warga desa Mentayan, Kecamatan
Bantan untuk terus mempertahankan nilai-nilai luhur gotong royong. Karena
melalui, tradisi gotong royong ini, mampu menyelesaikan persoalan dan hambatan
yang ada.
"Tradisi gotong royong ini, perlu dipertahankan dan dilestarikan. Mengingat di
sejumlah daerah, tradisi ini perlahan-lahan mulai diabaikan di tengah-tengah
masyarakat. Saya yakin dan percaya, masyarakat Desa Mentayan, hingga saat ini
masih menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong," ujar Herliyan Saleh saat
menghadiri acara tabligh akbar dan peringatan Maulid Nabi Muhammad, Masjid
Maqomumahmud Desa Mentayan, Selasa (20/1).
Maulid Nabi Muhammad menghadirkan pengasuh pondok pesantren dari Semarang, K.H.
Fatuhrachman, sejumlah Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis,
Camat Bantan, Kepala Desa Bantan, sejumlah tokoh masyarakat.
Diungkapkan Herliyan, salah satu pesan yang dibawa oleh Nabi Muhammad untuk
membangun suatu negeri, menjunjung tinggi semangat gotong royong antar umat.
Kemudian memelihara persatuan dan kesatuan, serta mempererat hubungan tali
silaturahmi.
"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, itu pepatah yang harus dipegang
oleh masyarakat, sehingga mampu membangun sebuah pondasi pembangunan desa.
Terlebih, mayoritas masyarakat Desa Mentayan merupakan keturunan suku Jawa,
yang hingga kini masih mempertahankan budaya gotong royong, seperti sambatan
dan rewan," ungkap Herliyan.
Menurut Herliyan, menang tak dipungkiri, pada sebagian daerah, tradisi gotong
royong di masyarakat mulai memudar. Sebagai contoh untuk membersihkan jalan
maupun parit di depan rumahnya, harus menunggu perintah dari atas, cenderung
menunggu proyek atau wani piro, lek ora ono duit, ora kerjo. "Tentu hal ini,
harus kita hindarkan di masyarakat. Karena dengan gotong royong, kita pasti
mampu mengatasi segala persoalan yang ada," ungkapnya.
Lebih lanjut, Herliyan mengatakan, desa Mentayan merupakan desa yang baru
dimekarkan. Jika ibaratkan darah baru setampuk pinang, umur baru setahun
jagung, berarti masih ada kekurangan di sana-sini dan butuh pembenahan. Untuk
itu, bupati mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan dan
persatuan, bergandeng tangan untuk membenahi dan membangun Desa Mentayan, agar
kedepan menjadi lebih maju.
Sesuai program Pemkab Bengkalis, setiap desa akan memperoleh alokasi dana,
berupa alokasi dana desa, program ued-sp dan intruksi bupati program penguatan
infrastruktur pedesaan (Inbup PPIP). Berarti, pada tahun ini Desa Mentayan
mendapat alokasi dana sekitar Rp 2 miliar lebih. Dari dana tersebut, kedepan
masyarakat bisa memanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan
dan pemberdayaan desa. (Bku)