Dishubkominfo Siapkan Amdal dan DED Pembangunan Bandara

Jumat, 06 Februari 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Progres pembangunan bandar udara di Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis tahun ini memasuki tahap pembuatan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan detail enginering design (DED). Sedangkan untuk pembangunan fisiknya, baru akan dimulai setelah semua persyaratan yang dibutuhkan selesai.

Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Perhubungan Udara dan Informatika, Syaiful Bahri, Kamis (29/1), mengatakan, proses persiapan pembangunan bandara masih dalam tahapan penyelesaian administrasi dan kelengkapan. Tahun ini dilakukan tahapan pembuatan Amdal dan DED sebagai persyaratan kelengkapan pembangunan infrastruktur dalam skala besar.

"Feasibility study (FS) dan master plan sudah selesai dibuat Bappeda. Selanjutnya tahun ini kita matangkan pembuatan amdal dan DED sehingga begitu masuk nantinya pada perencanaan fisik dan konstruksi semua persyaratan yang diwajibkan sudah terpenuhi," ujar Syaiful.

Untuk penetapan lahan masih menunggu hasil kajian dari konsultan perencana. Sampai setakat ini lokasi lahan telah ditetapkan yaitu di Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis. Hanya saja di mana titik lokasinya belum ditentukan. Untuk lahan bandara nantinya tentu akan dilakukan melalui proses ganti rugi dan untuk pembangunan bandara dibutuhkan lahan puluhan bahkan ratusan hektar.

Ketika ditanya soal rencana pembangunan bandara di pulau Rupat, Syaiful mengaku sejauh ini prioritas utama adalah pembangunan bandara di Bengkalis. Artinya rencana pembangunan bandara di pulau Rupat ditunda dan Dishunkominfo Bengkalis fokus pada rencana untuk di pulau Bengkalis. Soal koordinasi ke ke mentrian perhubungan, diakui Syaiful saat ini masih dalam tahap pembicaraan.

"Untuk pembangunan bandara kita prioritaskan dulu yang di Bengkalis sesuai dengan anggaran dan kegiatan yang. Masuk pada tahun ini. Kita juga sudah melakukan komunikasi intens ke Kemenhub terkait masalah perizinan serta persoalan teknis syarat pembangunan sebuah bandara," ujarnya. (Bku)