
Jika Abrasi Tidak Ditangani Serius 100 Tahun Lagi Pulau Bengkalis Tinggal Nama
Abrasi menghantam puluhan hektar
kebun sawit milik PT Meskom di Bengkalis.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Menurut anggota Komisi II Kabupaten
Bengkalis, H. abrasi kian hari kian ganas menghantam daratan Pulau Bengkalis.
Jika tidak cepat ditanggapi dengan langkah-langkah yang konkrit oleh pihak
terkait, Pulau Bengkalis bakal tinggal nama saja.
''100 tahun lagi, kalau abrasi tidak ditangani cepat, habislah Pulau Bengkalis
ini. Tinggal nama lah lagi,'' ujarnya ketika meninjau lokasi abrasi di lahan PT
Meskom, Selasa (3/2). Selain abrasi yang terjadi di sepanjang bibir pantai,
anggota DPRD Dapil Bengkalis- Bantan ini meminta pihak PT Meskom Agro Sarimas
bertanggung jawab atas terjadi longsornya di lahan sawit milik perusahaan.
''Dulu katanya (PT MAS) ada program penanaman pohon, mana?. Kita minta PT MAS
segera, cepat, ambil langkah- langkah penanganan,'' ungkapnya sambil
menyinggung lahan masyarakat yang dijanjikan PT MAS hingga kini tidak
terealisasi.
Sementara Humas PT MAS, Huzairin menyampaikan, saat ini pihak perusahaan terus
melakukan upaya- upaya penanganan abrasi. ''Kita akan melakukan penghijauan
serta akan melakukan pemerataan tanah- tanah yang amblas,'' ungkap Huzairin.
Sebelumnya, rombongan Komisi II yang dipimpin Ketua Komisi II Syahrial dan
bersama Wakil DPRD Bengkalis Zuhelmi, anggota Komisi II Zamzami, H. Mawardi,
Sofyan, serta Komisi IV Irmi Syakip Arsalan meninjau ke tempat lokasi longsor
di lahan PT Meskom Agro Sarimas.
Kerugian Ekonomi Ekslusif
Menanggapi masalah abrasi yang terus menggerus pulau Bengkalis yang dampaknya
sudah mencapai perkebunan kelapa sawit milik PT Meskom Agro Sarimas, Ketua
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis, Masuri menyarankan
pemerintah kabupaten Bengkalis agar mengambil langkah cepat untuk berkoordinasi
dengan pemerintah pusat.
Langkah koordinasi dengan pemerintah pusat itu perlu disikapi cepat, karena
menurut Kadin abrasi bisa menyebabkan kerugian pada zona ekonomis eksklusif
Republik Indonesia (RI).
"Zona ekonomi eksklusif itu dihitung pada garis pantai, jika abrasi tidak ada
langkah cepat penanganannya, kita dirugikan. Dalam arti Malaysia semakin maju
dengan reklamasi pantainya, kita terkikis semakin mundur, semakin jauh, itu
akan di untungkan oleh wilayah tetangga," kata Masuri, Rabu (4/2).
Selain berdampak pada kerugian secara ekonomis, akibat abrasi yang terus
menggerus pulau Bengkalis, juga akan menyangkut dengan keutuhan kedaulatan
NKRI. "Pada dasarnya, Kadin sangat prihatin melihat itu, kita sendiri pernah
turun melihat begitu jauhnya tonggak garis pantai dulu, sampai hari ini sangat
jauh digerus gelombang dan terjadi abrasi, ini harus cepat, harus tanggap,
karena menyangkut dengan kedaulatan wilayah juga," sampainya.
"Saran dari kadin, pemerintah Kabupaten Bengkalis harus cepat berkoordinasi
dengan pemerintah pusat, bagaimana untuk menangani hal ini, mengingat Bengkalis
juga termasuk dalam undang- undang sebagai daerah pulau terluar dan wilayah
perbatasan. Ketika tidak cepat, makin lama makin habis. Makin kecil dan bisa
makin tiada Bengkalis nantinya," papar Masuri menambahkan.
Kadin, lanjutnya, sangat siap jika dilibatkan untuk berkoordinasi dengan
pemerintah pusat terkait penanganan abrasi. Hanya saja hingga hari ini, belum
ada seruan dari pemerintah Bengkalis soal hal itu. "Kadin juga punya peran
dalam hal komunikasi, namun kita juga tidak terlepas dari Pemkab, bagaimana
perintah pemerintah terhadap kadin untuk menyampaikan hal ini ke Pemerintah
pusat,'' tutur dia sembari mengapresiasi kunjungan Komisi II DPRD Bengkalis ke
lokasi abrasi desa Meskom. (Bku)