Pulahan Hektar Lahan Terbakar, Sebagian Besar Disengaja Pemilik

Rabu, 18 Februari 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Total luas Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di sejumlah lokasi di Kabupaten Bengkalis hingga saat ini ditaksir mencapai 20 hektare. Luas lahan yang terbakar diperkirakan akan semakin luas mengingat sampai saat ini sejumlah Karhutla masih terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Much Jalal melalui Kabid Damkar, Suiswantoro, Minggu (8/2), mengatakan, lokasi kebakaran yang terpantau sedang ditangani antara lain, 4 titik di Kecamatan Siak Kecil, 3 titik di pukat Rupat, 2 titik di Bukit Batu, 1 titik di Bantan dan 1 di Bengkalis.

"Untuk di Siak Kecil Karhutla terjadi di Sungai Linau dan Langkat. Lokasi Karhutla sangat jauh sulit dijangkau. Hanya ada jalan setapak menuju lokasi kebakaran yang jauhnya mencapai 6 KM. Anggota terpaksa memikul peralatan pemadaman," ujar Suiswantoro.

Untuk lokasi kebakaran di Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu ditangani Regdam PT Surya Dumai, PT Arara Abadi, BPBD-Damkar dan Polsek Bukit Batu. Luas lahan yang terbakar sekitar 2-3 hektar. Upaya pemadaman yang dilakukan Regdam Damkar dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA), Regdam Kecamatan serta ROK perusahaan.

"Regu pemadam kita dibantu MPA dan RPK perusahaan aktif merespon seluruh laporan yang masuk dan langsung terjun melakukan pemadaman. Hanya memang di beberapa lokasi Karhutla sangat sulit kita jangkau, selain itu cuaca juga cukup panas ditambah hembusan angin yang cukup kencang," tambah Suis.

Hampir bisa dipastikan kata Suis, sebagian besar karhutla terjadi karena disengaja yang punya lahan karena membakar dianggap cara yang paling cepat, murah dan efisieni untuk membersihkan lahan atau membuka lahan perkebunan baru.

Seperti kebakaran di Desa Pematang Duku Timur. Kebakaran yang terjadi sejak seminggu lalu itu belum berhasil dipadamkan. Punca kebakaran diduga akibat pembukaan lahan baru oleh sejumlah oknum masyarakat. "Informasi yang kita dapat, lokasi kebakaran masih milik PT Rimba Rokan Lestari (RRL). Lahan ini memang belum digarap perusahaan, tapi ada oknum masyarakat yang mengokupasi (menggarap) lahan tersebut. Di sanalah muncul titik api itu," sebut Suis lagi.

Seperti sering disampaikan Bupati kata Suis, saat ini kondisi cuaca cukup panas dan hembusan angin juga kuat, kondisi semacam ini sangat rentan terjadi kebakaran. "Kembali kita himbau agar kita tidak melakukan pembakaran di saat musim kering seperti sekarang ini, baik saat membersihkan maupun ketika membuka lahan baru. Jika sudah terjadi kebakaran bukan hanya si pembakar yang dihadapkan pada proses hukum tapi masyarakat banyak juga dirugikan akibat asap yang ditimbulkan," ujarnya. (Bku)