
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Abrasi yang
menerjang kawasan PT Meskom Agro Sarimas (MAS) yang berhadapan dengan Selat
Malaka sudah sangat memprihatinkan. Dalam kurun waktu yang diperkirakan kurang
dari 10 tahun, sebanyak 20 hektar lahan perkebunan perusahaan sawit tersebut
sudah "terjun" ke laut.
"Laju abrasinya sangat cepat sekali, bukan hanya lahan perkebunan yang jadi
sasaran. Melainkan juga sudah mencapai pemukiman," ujar anggota Komisi II DPRD
Bengkalis, Sofyan kepada wartawan, Senin (9/2).
Dikatakan, saat Komisi II meninjau abrasi di kawasan tersebut, sepanjang garis
pantai sudah mengalami abrasi hingga ke daratan mencapai 1,5 KM.
Pohon sawit yang ditanam sudah banyak yang bertumbangan dan daratan yang
berhadapan langsung dengan gelombang retak di sana sini. "Di sana tekstur
tanahnya sebagian besar tanah gambut. Begitu tidak ada yang pepohonan yang menahan laju abrasi, maka tanah-tanah ini
mudah retak dan kemudian hanyut terbawa air laut. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan
begitu saja, sangat mengkhwatirkan sekali," katanya.
Terkait dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak perusahaan dalam menahan
laju abrasi, Sofyan mengatakan, berdasarkan hasil tinjauan ke lapangan, tidak
ada aksi nyata. "Tidak ada aksi penanaman mangrove atau hal-hal lain yang
mereka lakukan untuk mencegah itu," ujarnya.
Sesuai dengan instruksi dari Wakil KetuaDPRD Zul Helmi yang menginginkan
Komisi II segera cepat tanggap, Sofyan mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat
akan menggelar pertemuan dengan pihak perusahaan dan juga SKPD terkait seperti
Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan juga Dinas PU. "BLH kita minta hadir untuk
mengetahui saat penyusunan AMDAL bagaimana. Tentu disebut kemungkinan
terjadinya abrasi dan cara-cara penganannya," kata Sofyan lagi. (Bku)