
RUPAT-Keberadaan sejumlah poros antar desa maupun antar kecamatan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis kondisinya memprihatinkan, rusak parah sehingga sulit untuk dilewati baik dengan berjalan kaki apalagi dengan kendaraan bermotor. Salah satu harapan masyarakat di wilayah ini kegiatan proyek multiyears (MY) yang saat ini mulai memasuki masa pelelangan segera dilaksanakan secepatnya setelah dilakukan penetapan pemenang.
Anggota DPRD Bengkalis asal Rupat, Muhammad Nasir, menyampaikan hal itu, Selasa (22/1). Dikeluhkannya, kondisi jalan poros dari desa Teluk Lecah menuju desa Mesim di kecamatan Rupat saat ini rusak parah, apalagi dengan tingginya curah hujan membuat jalan tersebut sulit dilewati karena seperti kubangan lumpur.
“Kondisi jalan poros antara desa Teluk Lecah dan Mesim sudah rusak parah, tepatnya di dusun Sialang. Pengerjaan peningkatan jalan tersebut melalui sistem reguler sangat tidak membantu, karena kontraktor yang mengerjakan tidak pernah tuntas melaksanakannya, bahkan kalaupun dikerjakan terkesan asal-asalan,”terang Nasir yang juga politisi dari Partai Bintang Reformasi (PBR) ini.
Selaku putra asli Rupat, ia mengaku sangat kecewa dengan kualitas pekerjaan sejumlah proyek di Rupat, terutama peningkatan sarana jalan, baik itu jalan poros ataupun jalan lingkungan di dalam desa. Nasir menyebut, salah satu solusinya adalah dengan sesegera mungkin menggesa pekerjaan pembangunan jalan poros di Sialang tersebut yang akan dikerjakan melalui sistem MY mulai tahun 2013 ini.
Harapan seluruh masyarakat Rupat tahun ini jalan poros di desa-desa yang masuk dalam proyek MY sudah dapat dibase, sehingga memudahkan masyarakat melintasinya. Apalagi jalan poros di Sialang merupakan jalan utama dari berbagai desa di kecamatan Rupat maupun Rupat Utara menuju kelurahan Batu Panjang, Ibukota Kecamatan Rupat sebelum menuju kota Dumai.
“Dalam setahun atau dua tahun kedepan, kondisi jalan-jalan poros di Rupat ini sudah dapat dilewati kendaraan. Masak sudah empat tahunan, jalan rusak di Sialang itu tidak pernah diperbaiki dengan benar oleh rekanan, dimana korbannya adalah masyarakat Rupat,”tambah Nasir, yang juga anggota komisi I DPRD Bengkalis ini.
Dalam beberapa kesempatan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Bengkalis, M Nasir, menyebutkan bahwa proyek MY termasuk jalan poros antara kecamatan Rupat dan Rupat Utara masih dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis sekarang ini. Termasuk diantaranya jalan poros di pulau Rupat tersebut, yang juga masuk dalam sistem MY.
“Akhir tahun 2012 lalu, sebanyak enam paket kegiatan peningkatan sarana jalan berupa jalan poros dan jalan lingkar dokumennya sudah diserahkan ke ULP untuk dilelang. Keenam jalan tersebut adalah jalan poros Bengkalis-Bantan, Bukit Batu-Siak Kecil, Rupat-Rupat Utara, Bukit Batu-Duri serta dua jalang lingkar di Duri Barat dan Duri Timur,” papar Nasir baru-baru ini.(bk.um)