Rudal Patriot Dipasang di Turki

Kamis, 24 Januari 2013

Rudal Patriot yang dipasang di Turki/Ilustrasi (bk.1)

ANKARA.Rudal Patriot pertama akan dikirim ke Turki dan siap digunakan pada akhir pekan ini, guna melindungi negara itu dari kemungkinan serangan tak terduga dari Suriah. Demikian diungkapkan seorang pejabat NATO, seperti diberitakan Reuters, Rabu (23/1).

Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda mengirim sistem pertahanan rudal Patriot tersebut atas permintaan Turki sebagai sesama anggota NATO. Permintaan Turki dilayangkan menyusul perundingan Ankara dan sekutu-sekutunya di NATO tentang bagaimana mengamankan perbatasan sepanjang 900 kilometer dengan Suriah, setelah sejumlah mortir mendarat di wilayah Turki dan menewaskan sejumlah warganya.

Turki meminta persenjataan itu setelah beberapa kali wilayah perbatasannya menjadi sasaran rudal akibat pertempuran pasukan pemerintah dan pemberontak Suriah di perbatasan kedua negara.

Rudal Patriot pertama yang terpasang di Turki merupakan kiriman dari Belanda, dan semua rudal yang direncanakan dikirim akan lengkap pada akhir Januari ini, kata pejabat NATO dari Inggris, Brigjen Gary Deakin.

Di barisan NATO hanya Amerika Serikat, Belanda, dan Jerman yang memiliki sistem pertahanan udara berupa misil Patriot tersebut.

"Kami berharap kemampuan operasi (Patriot) pada akhir pekan ini, beserta dengan personel pengontrolnya, untuk melindungi populasi (Turki)," tutur Deakin.(bk.1)