Advetorial : 2015, Seluruh Sekolah di Pelalawan Gunakan Kurikulum 2013

Rabu, 02 Juli 2014

Sosialisasi kurikulum 2013 bagi para orang tua wali siswa di Sekolah.

Beritaklik.Com - Pertengahan Juli tahun 2013 lalu, tepatnya tanggal 15, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan awal Tahun Ajaran (TA) 2013/2014 sebagai momentum untuk memulai dengan apa yang disebut sebagai perubahan besar dan mendasar dalam bidang pendidikan yakni penerapan Kurikulum 2013.

Untuk implementasinya, beberapa provinsi dijadikan daerah percontohan guna menerapkan kurikulum baru 2013 tersebut. Di Provinsi Riau sendiri, hanya ada lima (5) kabupaten termasuk Kabupaten Pelalawan yang akan dijadikan daerah pertama penerapan kurikulum baru tersebut.

Penerapan kurikulum 2013 ini memang tidak dilakukan serentak seluruh Indonesia, ini mengingat Kemendikbud memiliki berbagai keterbatasan. Satu diantaranya yang pasti adalah keterbatasan anggaran. Dan penerapan kurikulum 2013 yang terkesan mendadak ini, bermula dari keinginan untuk mengevaluasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang menurut pengamat pendidikan ingin mengubah total Kurikulum 2006. Sementara perubahan dari mengevaluasi menjadi membuat kurikulum baru, begitu cepat, kurang dari dua tahun.

Perubahan kurikulum baru yang sangat cepat itu sendiri didasari atas banyaknya kritikan terkait kurikulum lama. Bahkan sejumlah pihak menilai kritik yang dilontarkan Wakil Presiden Boediono terhadap sistim pendidikan kita, katanya, membuat gerah Mendikbud M. Nuh. Alhasil, lahirlah kurikulum baru dari persiapa dan perencanaan yang serba mepet.

Proses pembelajaran kini diubah dari 'siswa diberitahu' menjadi 'siswa mencari tahu. Ini artinya bahwa dari proses penilaian berbasis output ke proses. Tak hanya itu, kreativitas pembelajaran dioptimalkan sehingga anak-anak kreatif dan mandiri, lebih peka terhadap lingkungan dengan strategi belajar di ruang kelas dan lingkungan masyarakat.

Selain itu, anak-anak didik juga diharapkan lebih kritis, daya nalar diasuh melalui pembelajaran eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi; selanjutnya mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta. Konsekuensinya, dituntut skill luar biasa dari para guru.

Konsep yang 'wah' tersebut diproyeksikan berdasarkan kelemahan pelaksanaan Kurikulum KTSP 2006. Kala itu, KTSP juga memberikan keleluasaan guru untuk mengembangkan kreativitas namun ternyata hasilnya nihil. Publik pun pesimistis, mengingat tuntutan kali ini jauh lebih berat. Dengan kata lain, untuk Kurikulum 2013 ini seorang guru bukan hanya dituntut kreatif dan inovatif tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan berbagai ketrampilan dalam setiap pembelajaran.

Saat ini, kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kabupaten Pelalawan sejak tahun lalu. Ada sebanyak 18 sekolah yang menjadi piloting project dalam penerapan program tersebut, yakni 9 SD, 5 SMP, 3 SMA dan 1 SMK. Sesuai dengan target pemerintah untuk menerapkan kurikulum tersebut di seluruh jenjang pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan sendiri menargetkan pada tahun 2015, semua sekolah sudah menggunakan kurikulum baru itu.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, MD Rizal, mengatakan, bahwa jumlah sekolah yang akan menerapkan kurikulum baru ini jumlahnya masih sedikit dibanding keseluruhan sekolah yang ada di kabupaten Pelalawan. Sekolah yang menerapkan kurikulum baru tersebut merupakan bagian dari tahapan atau uji coba penerapan kurikulum baru di Pelalawan.

"Harapannya, nanti secara bertahap semua sekolah di Pelalawan bisa melaksanakan kurikulum tersebut," terangnya.

MD Rizal mengatakan bahwa kurikulum 2013 ini memiliki banyak kelebihan dibanding kurikulum-kurikulum sebelumnya. Sebab pendidikan tidak sekedar dilakukan dengan teori saja, tapi juga memperbanyak praktek di lapangan. Dengan kata lain, Kurikulum 2013 ini lebih menekankan praktik daripada hafalan.

"Sebab selama ini, anak-anak banyak terbebani hafalan, yang malah kurang meningkatkan kreativitas," katanya.

Dengan Kurikulum 2013, sambungnya, pemerintah ingin menghasilkan bangsa Indonesia yang produktif, kreatif, dan afektif. Dalam kurikulum tersebut anak dibentuk agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sedangkan pada kurikulum sebelumnya, siswa hanya pasif karena hanya mendengarkan penjelasan guru.

"Maka pada kurikulum baru 2013 ini siswa wajib aktif dengan membuat kelompok belajar serta praktek lapangan," tandasnya.

Terkait pelaksanaan kurikulum 2013, pihaknya akan menggelar pelatihan, mengingat sangat pentinnya kurikulum 2013 untuk diterapkan disemua jenjang sekolah. Dalam kegiatan pelatihan nanti tidak hanya diikuti oleh guru dari sekolah negeri saja tapi juga swasta. Keterlibatan mereka dilakukan menginggat pentingnya kurikulum 2013 untuk diterapkan disemua jenjang sekolah.

"Target Disdik Pelalawan dalam kurun waktu satu tahun kedepan, atau pada tahun 2015 mendatang semua sekolah sudah memakai kurikulum baru 2013 di seluruh jenjang sekolah yang ada," tandasnya.

Di samping itu, sebagai salah satu implementasi kurikulum 2013, kegiatan Pramuka juga menjadi ekstrakurikuler yang wajib diadakan. Karena itu, beberapa waktu sejumlah sekolah telah mengadakan Orientasi Pramuka bagi para guru di sekolah-sekolah. Dengan adanya orientasi Pramuka ini bisa menjadi bekal bagi majelis guru dalam melaksanakan ekstra kurikuler (ekskul) wajib pada kurikulum 2013 yang berdampak positif bagi peserta didik.

"Kegiatan ini juga sekaligus sebagai sarana untuk menyamakan persepsi antar Ka Mabigus tentang gerakan Pramuka yang telah dilaksanakan di sekolah masing-masing, sehingga dengan diberlakukannya Kurikulum Pendidikan Tahun 2013, dimana Pramuka ditetapkan sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah," ujarnya.

Apalagi, sambungnya, pelatihan gerakan pramuka ini sangat penting dalam kaitannya dengan implementasi Kurikulum 2013. Pasalnya, kurikulum baru ini sendiri menuntut lebih kepada perubahan sikap anak didik, baik sikap spiritual maupun sosial.

"Ada tiga poin penting penekanan pada kurikulum 2013, yakni sikap, keterampilan dan pengetahuan. Ketiga poin itu tercakup dan seiring pula dengan pedoman kepramukaan. Jadi sangat tepatlah, jika sebelumnya para guru harus memahami dan menguasai gerakan pramuka ini yang selanjutnya akan ditularkan kepada anak didik," tandasnya.

Dikatakannya, dalam penerapan kurikulum 2013 ini memang ada perbedaan mendasar dengan kurikulum yang lama. Diantaranya adanya perubahan mindset jika dibandingkan dengan kurikulum yang lama. Kalau kurikulum yang lama, guru yang harus serba tahu tapi jika kurikulum 2013 ini maka siswa pun dituntut untuk tahu juga.

Tak hanya itu, sambungnya, penerapan kurikulum 2013 ini sumbernya saat ini bukan hanya dari guru saja, tapi sumber-sumber lain seperti internet, majalah dan buku-buku yang lain dapat menambah referensi bagi siswa. Artinya, dalam penerapan kurikulum 2013 ini guru benar-benar dituntut untuk kreatif dalam mengajar.

"Dengan begitu, maka secara otomatis para siswanya pun akan menghasilkan siswa yang kreatif," tandasnya.

Perbedaan mendasar lainnya dengan penerapan kurikulum 2013 ini adalah mata pelajarannya kebanyakan scientific. Dan sasaran yang ingin dicapai dengan penerapan kurikulum 2013 ini adalah menghasilkan siswa yang kreatif, inovatif dan afektif.

"Dan untuk penerapan kurikulum 2013 ini, Kemendiknas pusat melalui bidang terkait telah memberikan materi-materi pada para guru di seluruh Indonesia terkait penerapan kurikulum 2013 ini," katanya.

Inti dari Kurikulum 2013, lanjutnya, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

"Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik," bebernya.

Sebenarnya, pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Dan tema pengembangan kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad 21, kini memang telah terjadi pergeseran baik ciri maupun model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada kurikulum 2013.

"Pengembangan Kurikulum 2013 ini, selain untuk memberi jawaban terhadap beberapa permasalahan yang melekat pada kurikulum 2006, bertujuan juga untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan meng-komunikasikan (mempresentasikan), apa yang diperoleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelajaran," ungkapnya. Adv (Bkjcr)


Keterangan Foto :
Sosialisasi kurikulum 2013 bagi para orang tua wali siswa di Sekolah.